RSS

Pemberitahuan (?)

kayaknya untuk sementara ini aku kurang aktif di site ini….tapi kalo mau tau aku lebih jauh kalian bisa buka:
http://olievesblog.wordpress.com/
maksih… <3

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 September 2010 in Uncategorized

 

Bahasa Jepang

Bahasa Jepang (日本語; romaji: Nihongo) merupakan bahasa resmi di Jepang dan jumlah penutur 127 juta jiwa.

Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Cina. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.

Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), pertuturan standar, dan Kyoutsugo (共通語), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.

Lafal vokal

Bahasa Jepang mempunyai 5 huruf vokal yaitu /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/.

Lafal vokal bahasa Jepang mirip bahasa Indonesia. Contohnya:

  • /a/ seperti “bapa”
  • /i/ seperti “ibu”
  • /u/ seperti “urut”
  • /e/ seperti “esok”
  • /o/ seperti “obor”

Tulisan bahasa Jepang

Tulisan bahasa Jepang berasal dari tulisan bahasa China (漢字/kanji) yang diperkenalkan pada abad keempat Masehi. Sebelum ini, orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.

Tulisan Jepang terbagi kepada tiga:

  • aksara Kanji (漢字) yang berasal dari China
  • aksara Hiragana (ひらがな) dan
  • aksara Katakana (カタカナ); keduanya berunsur daripada tulisan kanji dan dikembangkan pada abad kedelapan Masehi oleh rohaniawan Buddha untuk membantu melafazkan karakter-karakter China.

Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya terpengaruhi fonetik bahasa Sansekerta. Hal ini masih bisa dilihat dalam urutan aksara Kana. Selain itu, ada pula sistem alihaksara yang disebut romaji.

Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikannya dengan peraturan tata bahasa Jepang.

Kana

Aksara Hiragana dan Katakana (kana) memiliki urutan seperti dibawah ini, memiliki 46 set huruf masing-masing. Keduanya (Hiragana dan Katakana) tidak memiliki arti apapun, seperti abjad dalam Bahasa Indonesia, hanya melambangkan suatu bunyi tertentu, meskipun ada juga kata-kata dalam bahasa Jepang yang terdiri dari satu ‘suku kata’, seperti me(mata), ki (pohon) ni (dua), dsb. Abjad ini diajarkan pada tingkat pra-sekolah (TK) di Jepang.

Kanji

Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan dalam membacanya. Dai Kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah dibuat, dan berisi 30.000 kanji. Kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas pemakaiannya, seperti pada penulisan suatu nama orang.

Oleh karena itu Pemerintah Jepang membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji dalam Joyō Kanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja. Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyōmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyōmi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.

Tanda baca

Dalam kalimat bahasa Jepang tidak ada spasi yang memisahkan antara kata dan tidak ada spasi yang memisahkan antara kalimat. Walaupun bukan merupakan tanda baca yang baku, kadang-kadang juga dijumpai penggunaan tanda tanya dan tanda seru di akhir kalimat.

Tanda baca yang dikenal dalam bahasa Jepang:

  • 。(句点/kuten) Fungsinya serupa dengan tanda baca titik yakni untuk mengakhiri kalimat.
  • 、(読点/toten) Fungsinya hampir serupa dengan tanda baca koma yakni untuk memisahkan bagian-bagian yang penting dalam kalimat agar lebih mudah dibaca

Angka dan Sistem Penghitungan

Bangsa Jepang pada zaman dahulu (dan dalam jumlah yang cukup terbatas pada zaman sekarang) menggunakan angka-angka Tionghoa, yang lalu dibawa ke Korea dan sampai ke Jepang. Berikut ini adalah daftar angka-angka Jepang.


Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima

Enam

Tujuh

Delapan

Sembilan

Sepuluh

Setelah Kekaisaran Jepang mulai dipengaruhi oleh Eropa, angka-angka Latin mulai digunakan secara besar-besaran, dan hampir mengganti sepenuhnya kegunaan angka Tionghoa ini.

Dalam penggunaannya di Bahasa Jepang, dan untungnya juga agak mirip di bahasa Indonesia, angka-angka ini tidak bisa digunakan seperti itu saja untuk menyatakan sebuah jumlah dari sebuah barang, waktu dan sebagainya. Pertama-tama jenis barangnya harus dipertimbangkan, lalu ukurannya, dan akhirnya jumlahnya. Cara berhitung untuk waktu dan tanggal pun berbeda-beda, maka satu hal yang harus dilakukan adalah menghafalkan cara angka-angka ini bergabung dengan satuannya.

Cara menghitung barang

Barang secara umum

Untuk mengucapkan 1 buah yaitu ひとつ(hitotsu) dan seterusnya hanya menambahkan huruf tsu (つ)

Barang Panjang

Untuk mengucapkan 1 buah barang panjang (meteran) misal いっぽん(ippon). Biasa dipakai untuk menghitung jumlah pensil, botol, pohon.

Barang Tipis

Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan まい(mai) sebagai akhiran, Misal:1 lembar いちまい(ichimai) ,dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, perangko, dan benda tipis lainnya.

Barang Besar

Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan だい(dai) sebagai akhiran, Misal : 1 buah いちだい (ichidai),dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau barang besar pada umumnya, seperti televisi, kulkas, rumah, mobil dan sebagainya

Cara menghitung orang

Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambahi satuan にん(nin), misal: 3 orang さんにん (sannin) 7 orang しちにん (shichinin)

Tata Bahasa

Tata kalimat dalam Bahasa Jepang memakai aturan subyek-obyek. Subyek, obyek dan relasi gramatika lainnya biasa ditandai dengan partikel, yang menyisip di kalimat dan disebut posisi akhir (postposition). Struktur dasar kalimat memakai cabang topik. Contohnya adalah, Kochira-wa Tanaka-san desu (こちらは田中さんです). Kochira (“ini”) merupakan topik dari kalimat ini. Kata kerjanya ialah “desu” yang berarti “it is” dalam bahasa Inggris. Dan yang terakhir, Tanaka-san desu merupakan cabang atau komentar dari topik ini.

Infleksi dan Konjugasi

Dalam bahasa Jepang, kata benda tidak memiliki bentuk numeral, jenis kelamin, atau aspek lainnya. Contohnya pada kata benda hon (本) yang mungkin berarti sebuah atau beberapa buku. Juga pada kata hito (人) yang mungkin berarti orang atau sekumpulan orang. Kata untuk menyebut orang biasanya dalam bentuk tunggal, contohnya Harada-san. Kalau kata panggil jamak, biasanya disebut -tachi.

Pertanyaan mempunyai bentuk yang sama dengan kalimat afirmatif. Intonasi akan meninggi setiap akhir dari kalimat pertanyaan. Dalam situasi resmi, biasanya kalimat pertanyaan disertai partikel -ka. Contohnya, kalimat ii desu (いいです。) yang berarti “Baiklah” menjadi bentuk ii desu ka (いいですか?) yang berarti “Boleh kan?”. Biasanya pada situasi tidak resmi, partikel -no (の) untuk menunjukkan penekanan, contohnya pada kalimat Doshite konai-no? yang berarti “Kenapa (kamu) tidak datang?”.

Kalimat negatif dibentuk dengan merubah bentuk kata kerja. Contohnya pada kalimat Pan o taberu (パンを食べる。) yang artinya “Saya akan makan roti) menjadi Pan-o tabenai (パンを食べない。) yang artinya “Saya tidak akan makan roti”.

Adjektiva

Ada tiga bentuk kata sifat dalam bahasa Jepang:

  1. 形容詞 (keiyoshi) yaitu penambahan partikel -i, yang memiliki akhiran konjugasi い (i). Contohnya: 暑い日 (atsui hi) yang berarti “hari yang panas”
  2. 形容動詞 (keiyodoshi) yaitu penambahan partikel -na. Contoh: 変なひと (henna hito) yang berarti “orang aneh”
  3. 連体詞 (rentaishi) yaitu kata sifat sebenarnya. Contoh: あの山 (ano yama)

Partikel

Bahasa Jepang juga memiliki beberapa partikel yaitu:

  • ga untuk bentuk nominatif
  • ni untuk bentuk dativ.
  • no untuk bentuk genital
  • o untuk bentuk akusatif
  • wa sebagai topik

Kesopanan

Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi, seperti kepada menteri atau direktur, dipakai bahasa Jepang sopan yang disebut (丁寧語) teineigo. Untuk menyebut nama menteri, diakhiri dengan partikel -sama atau -sangi. Contoh: Katsumoto-sangi (勝本ー参議). Untuk berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Tapi, kalau sudah akrab, kita boleh memakai bahasa umum.

Kosa kata

Bahasa Asli Jepang yaitu berasal dari bahasa asli pemukim Jepang zaman dahulu disebut yamato kotoba (大和言葉 ) yang berarti kosa kata Yamato. Kosakata Jepang sebagian besar berakar atau berasal dari Cina disebut kango (漢語) yang masuk pada abad ke-5 lewat Semenanjung Korea. Jepang banyak mengadopsi kosakata dari bahasa Inggris, kata-kata adopsi ini umumnya ditulis menggunakan huruf katakana. Contoh: マイカー (maikaa – sama dengan pelafalan “my car”) yang berarti “mobil saya”

Belajar Bahasa Jepang

Beberapa universitas internasional di dunia mengajarkan bahasa Jepang. Mulainya ketertarikan belajar bahasa Jepang sewaktu abad ke-18 Masehi, lalu melonjak dimana Jepang mulai memimpin ekonomi dunia pada tahun 1980. Bahasa Jepang semakin diminati karena mendominasi dunia kartun (anime dan manga) di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan dari otaku (penggemar anime) bisa berbicara bahasa Jepang walaupun hanya dasarnya. Pemerintah Jepang sebagai pihak yang mengatur bahasa Jepang menyediakan tes profisiensi sejenis TOEFL yaitu JLPT (Japanese Language Proficiency Test).

Kekerabatan bahasa Jepang

Para pakar bahasa tidak mengetahui secara pasti kekerabatan bahasa Jepang dengan bahasa lain. Ada yang menghubungkannya dengan bahasa Altai, namun ada pula yang menghubungkannya dengan bahasa Austronesia. Selain itu ada pula kemiripan secara tatabahasa dan dalam susunan kalimat serta secara fonetik dengan bahasa Korea meski secara kosakata tidaklah begitu mirip.

Referensi: id.wikipedia.org

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 September 2010 in Budaya Jepang

 

NINJA

Sketsa ninja karya seniman Hokusai. Teknik cetak kayu di atas kertas. Hokusai manga, volume enam, 1817.
Sketsa ninja karya seniman Hokusai. Teknik cetak kayu di atas kertas. Hokusai manga, volume enam, 1817.

Ninja atau Shinobi (dalam bahasa Jepang:忍者, harfiah, “Seseorang yang bergerak secara rahasia”) adalah seorang pembunuh yang terlatih dalam seni ninjutsu (secara kasarnya seni pergerakan sunyi) Jepang. Ninja, seperti samurai, mematuhi peraturan khas mereka sendiri, yang disebut ninpo. Menurut sebagian pengamat ninjutsu, keahlian seorang ninja bukanlah pembunuhan tetapi penyusupan. Ninja berasal dari bahasa Jepang yang berbunyi Nin yang artinya menyusup. Jadi, keahlian khusus seorang ninja adalah menyusup dengan atau tanpa suara.

Ninja

Kata "ninja" dalam aksara kanji.
Kata “ninja” dalam aksara kanji.

Kagetora, Naruto, Ninja Rantaro, adalah contoh kecil manga yang mengangkat ninja sebagai tema utamanya. Apa ninja itu? Sama seperti yang dikisahkan dalam berbagai cerita bahwa ninja itu penuh rahasia. Ninja biasanya segera dikaitkan dengan sosok yng terampil beladiri, ahli menyusup dan serba misterius seperti yang tampak di dalam film atau manga. Dalam kenyataannya penampilan ninja yang serba hitam ada benarnya, namun jika ada anggapan bahwa ninja identik dengan pembunuh brutal, berdarah dingin, pembuat onar, tukang sabotase, tidak demikian adanya.

Kata ninja terbentuk dari dua kata yaitu nin dan sha yang masing-masing artinya adalah tersembunyi dan orang. Jadi ninja adalah mata-mata profesional pada zaman feudal jepang. Sejarah ninja juga sangat sulit dilacak. Info mengenai keberadaan mereka tersimpan rapat-rapat dalam dokumen-dokumen rahasia.

Ninja juga bisa diartikan sebagai nama yang diberikan kepada seseorang yang menguasai dan mendalami seni bela diri ninjutsu. Nin artinya pertahanan dan jutsu adalah seni atau cara. Kata ninja juga diambil dari kata ninpo. Po artinya adalah falsafah hidup atau dengan kata lain ninpo adalah falsafah tertinggi dari ilmu beladiri ninjutsu yang menjadi dasar kehidupan seorang ninja. Jadi ninja akan selalu waspada dan terintregasi pada prinsip ninpo.

Ninja dalah mata-mata profesionl di zaman ketika para samurai masih memegang kekuasaan tertinggi di pemerintahan jepang pada abad 12. Pada abad 14 pertarungan memperebutkan kekuasaan semakin memanas, informasi tentang aktivitas dan kekuatan lawan menjadi penting, dan para ninja pun semakin aktif.

Para ninja dipanggil oleh daimyo untuk mengumpulkan informasi, merusak dan menghancurkan gudang persenjataan ataupun gudang makanan, serta untuk memimpin pasukan penyerbuan di malam hari.karena itu ninja memperoleh latiham khusus. Ninja tetap aktif sampai Zaman Edo (1600-1868), dimana akhirnya kekuasaan dibenahi oleh pemerintah di zaman edo

Asal-usul ninja

Dataran Iga, yang dilingkupi pegunungan terpencil, memiliki desa-desa yang khusus melatih ninja.

Kemunculan ninja pada tahun 522 berhubungan erat dengan masuknya seni nonuse ke Jepang. Seni nonuse inilah yang membuka jalan bagi lahirnya ninja. Seni nonuse atau yang biasa disebut seni bertindak diam-diam adalah suatu praktek keagamaan yang dilakukan oleh para pendeta yang pada saat itu bertugas memberikan info kepada orang-orang di pemerintahan. Sekitar tahun 645, pendeta-pendeta tersebut menyempurnakan kemampuan bela diri dan mulai menggunakan pengetahuan mereka tentang nonuse untuk melindungi diri dari intimidasi pemerintah pusat.

Pada tahun 794-1192, kehidupan masyarakat jepang mulai berkembang dan melahirkan kelas-kelas baru berdasarkan kekayaan. Keluarga kelas ini saling bertarung satu sama lain dalam usahanya menggulingkan kekaisaran. Kebutuhan keluarga akan pembunuh dan mata-mata semakin meningkat untuk memperebutkan kekuasaan. Karena itu permintaan akan para praktisi nonuse semakin meningkat. Inilah awal kelahiran ninja. Pada abad ke-16 ninja sudah dikenal dan eksis sebagai suatu keluarga atau klan di kota Iga atau Koga. Ninja pada saat itu merupakan profesi yang berhubungan erat dengan itelijen tingkat tinggi dalam pemerintah feodal para raja di jepang. Berdasarkan hal itu, masing-masing klan memiliki tradisi mengajarkan ilmu beladiri secara rahasia dalam keluarganya saja. Ilmu beladiri yang kemudian dikenal dengan nama ninjutsu. Dalah ilmu yang diwariskan dari leluhur mereka dan atas hasil penyempurnaan seni berperang selama puluhan generasi. Menurut para ahli sejarah hal itu telah berlangsung selama lebih dari 4 abad. Ilmu itu meliputi falsafah bushido, spionase, taktik perang komando, tenaga dalam, tenaga supranatural, dan berbagai jenis bela diri lain yang tumbuh dan berkembang menurut zaman.

Namun ada sebuah catatan sejarah yang mengatakan bahwa sekitar abad ke-9 terjadi eksodus dari cina ke jepang. Hal ini terjadi karena runtuhnya dinasti tang dan adanya pergolakan politik. Sehingga banyak pengungsi yang mencari perlindungan ke jepang.sebagian dari mereka adalah jendral besar, prajurit dan biksu. Mereka menetap di propinsi Iga, di tengah pulau honsu. Jendral tersebut antara lain Cho Gyokko, Ikai Cho Busho membawa pengetahuan mereka dan membaur dengan kebudayaan setempat. Strategi militer, filsafat kepercayaan, konsep kebudayaan, ilmu pengobatan tradisional, dan falsafah tradisional. Semuanya menyatu dengan kebiasaan setempat yang akhirnya membentuk ilmu yang bernama ninjutsu.

Bela diri ninjutsu

Diagram Bansenshukai ini berisikan ramalan dan kosmologi esoterik (onmyōdō) untuk menetapkan waktu ideal seorang ninja melakukan tindakan tertentu.

Gerakan beladiri ninjutsu hanya tendangan, lemparan, patahan, dan serangan. Kemudian dilengkapi dengan teknik pertahanan diri seperti bantingan, rolling dan teknik bantu seperti meloloskan diri, mengendap, dan teknik khusus lainnya. Namun, dalam prakteknya ninja menghindari kontak langsung dengan lawannya, oleh karena itu berbagai alat lempar, lontar, tembak, dan penyamaran lebih sering digunakan. Berbeda dengan seni beladiri lain. Ninjutsu mengajarkan teknik spionase, sabotase, melumpuhkan lawan, dan menjatuhkan mental lawan. Ilmu tersebut digunakan untuk melindungi keluarga ninja mereka. Apa yang dilakukan ninja memang sulit dimengerti. Pada satu sisi harus bertempur untuk melindungi, di sisi lain ninja harus menerapkan “berperilaku kejam dan licik” saat menggunakan jurus untuk menghadapi lawan. Di sisi lain ajaran ninpo memberi petunjuk bahwa salah satu tujuan ninjutsu adalah mengaktifkan indra keenam mereka. paduan intuisi dan kekuatan fisik pada jangka waktu yang lama memungkinkan para ninja untuk mengaktifkan indra keenamnya. Sehingga dapat mengenal orang lain dengan baik dan mengerti berbagai persoalan dalam berbagai disiplin ilmu.

Di dalam ninpo terdapat teknik beladiri tangan kosong (taijutsu), teknik pedang (kenjutsu), teknik bahan peledak dan senjata api (kajutsu), teknik hipnotis (saimonjutsu), dan teknik ilusi(genjutsu). Pada aliran togaku ryu dikenal adanya energi yang disebut kuji kiri. Prinsipnya adalah penggabungan antara kekuatan fisik dan mental. Penyaluran energi yang tepat dari tenaga kuji kiri dapat bersifat menghancurkan, namun di sisi lain jika digunakan untuk olah pikir dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang pelik.

Ninjutsu akan sia-sia jika ninja tidak memiliki mental dan spiritual yang kuat. Untuk itu ninja harus menguasai kuji-in, yaitu kekuatan spiritual dan mental berdasarkan simbol yang terdapat di telapak tangan yang dipercaya menjadi saluran energi. Simbol di tangan di ambil dari praktek pada massa awal penyebaran agama budha. Kuji-in digunakan untuk membangun kepercayaan diri dan kekuatan seorang ninja. Kuji-in mampu meningkatkan kepekaan terhadap keadaan bahaya dan mendeteksi adanya kematian.

Dari 81 simbol yang ada, hanya 9 yang utama, yaitu rin(memberi kekuatan tubuh), hei (memberi kekuatan menyamarkan kehadiran seseorang), Toh (menyeimbangkan bagian padat dan cair pada tubuh), sha (kemampuan menyembuhkan), kai(memberi kontrol menyeluruh terhadap fungsi tubuh), jin(meningkatkan kekuatan telepati), retsu (memberi kekuatan telekinetik), zai (meningkatkan keselarasan terhadap alam), dan zen (memberi pencerahan pikiran dan pemahaman). Seorang ninja akan menjadi master sejati dengan menguasai simbol-simbol ini.

Walaupun terdapat banyak keluarga ninja di jepang, baru sekitar tahun enam puluhan keluarga ninja baru dapat di dekati oleh orang luar. Sejak ninja dinyatakan terlarang oleh shogun tokugawa pada abad 17. pada tahun 1950 larangan tersebut dicabut oleh pemerintah Jepang. Pada tahun 1960 televisi jepang menayangkan laporan dokumentasi dan sejarah ninja. Setelah itu salah satu aliran yang dapat membuka diri dan memperkenalkan ninja ke dunia luar adalah aliran togakure-ryu dengan pewaris dari generasi ke 34, masaaki hatsume,.yang profesi sehari-harinya adalah seorang tabib ahli penyembuhan dan pengobatan tulang. Pada tahun 1978 ninjutsu berhasil di publikasikan dan diajarkan ke amerika oleh stephen k. hayes. Sejak saat itu ninjutsu menjadi cabang beladiri yang paling banyak diminati.

Peralatan ninja

Anak panah, paku, pisau, dan cakram bintang tajam, secara kolektif dikenal sebagai shuriken, senjata rahasia ninja.

Sepasang kusarigama, dipamerkan di Istana Iwakuni.

Ninja diharuskan untuk bisa bertahan hidup di tengah alam, karena itu mereka menjadi terlatih secara alamiah untuk mampu membedakan tumbuhan yang bisa dimakan, tumbuhan racun, dan tumbuhan obat. Mereka memiliki metode cerdik untuk mengetahui waktu dan mata angin. Ninja menggunakan bintang sebagai alat navigasi mereka ketika menjalankan misi di malam hari.mereka juga mahir memasang perangkap, memasak hewan, membangun tempat berlindung, menemukan air dan membuat api.

Ninja memakai baju yang menutup tubuh mereka kecuali telapak tangan dan seputar mata. Baju ninja ini disebut shinobi shozoko. shinobi shozoko memiliki 3 warna. Baju warna hitam biasanya dipakai ketika melakukan misi di malam hari dan bisa juga sebagai tanda kematian yang nyata bagi sang target. Warna putih digunakan untuk misi di hari bersalju. Warna hijau sebagai kamuflase agar mereka tidak terlihat dalam lingkungan hutan.

Shinobi shozoko memiliki banyak kantong di dalam dan luarnya. Kantong ini digunakan untuk menyimpan peralatan kecil dan senjata yang mereka butuhkan, seperti racun, shuriken, pisau, bom asap dan lain-lain. Ninja juga membawa kotak P3K kecil tradisional, yang diisi dengan cairan dan minuman. Ninja juga memakai tabi yang mirip sepatu boot. Celah yang memisahkan jempol kaki dengan jari lainnya memudahkan ninja saat memanjat tali atau dinding.

Ninja wanita atau kunoichi yang biasanya bekerja dengan menggunakan kefemininan mereka ketika melakukan pendekatan pada sang target menggunakan manipulasi kejiwaan dan perang batin sebagai senjata mereka. mereka bisa mendekati target dan membunuhnya tanpa jejak. Kunoichi memiliki misi yang berbeda dengan ninja laki-laki. Mereka lebih sering dekat dengan target, sehingga mereka juga lebih sering menggunakan senjata jarak dekat seperti metsubishi, racun, golok, tali, dan tessen. Selain itu senjata-senjata tersebut juga praktis dibawa tanpa kelihatan.

Ninja memiliki senjata dalam berbagai jenis, bentuk, dan ukuran. Selain senjata standar seperti pedang, naginata, panah, dan pisau, ada pula tessen (kipas yang bila dikibaskan keluar racun), shobo, kyoketsu shogei, neko te, dan lain-lain. Peralatan canggih ninja lainnya adalah kaginawa(jangkar bertali) untuk memanjat dinding, ashiaro untuk membuat jejak kaki palsu agar tidak terlacak saat menjalankan misi, metsubushi(cangkang telur yang diisi dengan pasir dan serbuk logam, biasanya juga kotoran tikus) yang berfungsi untuk membutakan lawan.

Pelatihan

Pada saat anak-anak ninja telah dilatih untuk waspada dan dididik dalam kerahasiaan dan tradisi ilmu mereka. Pada umur 5-6 tahun mereka diperkenalkan dengan permainan ketangkasan dan keseimbangan tubuh. Anak-anak disuruh berjalan di atas papan titian yang sangat keci, mendaki papan yang terjal, dan melompati semak-semak yang berduri. Pada umur 9 tahun mereka dilatih untuk kelenturan otot. Anak-anak berlatih berguling dan meloncat. Setelah itu anak-anak diajarkan teknik memukul dan menendang pada target jerami yang di ikat. Setelah itu pelatihan meningkat ke seni bela diri tanpa senjata dan setelahnya dasar-dasar menggunakan pedang dan tongkat.

Pada masa remaja mereka diajari cara menggunakan senjata khusus. Melempar pisau, penyembunyian senjata, teknik tali, berenang, taktik bawah air, dan teknik menggunakan alam untuk mendapat informasai atau untuk menyembunyikan diri. Waktu mereka dihabiskan dalam ruang tertutup atau bergelantungan di pohon untuk membangun kesabaran, daya tahan, dan stamina. Terdapat pula latihan gerak tanpa suara dan lari jarak jauh. Mereka juga diajarkan teknik melompat dari pohon ke pohon atau atap ke atap.

Pada masa akir remaja ninja belajar menjadi aktor dan psikologi melalui tingkah laku mereka sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Mereka mulai mengerti cara bekerja jiwa manusia, menggunakan kelemahan orang lain untuk keuntungan mereka. Mereka juga belajar membuat obat-obatan, mendapatkan jalan masuk rahasia ke dalam sebuah bangunan, cara memanjat dinding, melewati atap, mencuri di bawah rantai, mengikat musuh, cara kabur, dan menggambar peta, rute, petunjuk jalan, serta wajah.

Filosofi ninja

Filosofi ninja adalah meraih hasil maksimal dengan tenaga minimum. Muslihat dan taktik lebih sering dilakukan daripada konfrontasi langsung.

Ninja tidak memiliki status mulia seperti samurai, sehingga ninja bebas melakukan apapun untuk mengatasi masalah tanpa terikat oleh nama baik keluarga dan kehormatan.

Referensi: id.wikipedia.org

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 September 2010 in Budaya Jepang

 

Ayumi Hamasaki

Ayumi Hamasaki (浜崎 あゆみ Hamasaki Ayumi lahir di Fukuoka, Jepang, 2 Oktober 1978; umur 31 tahun), atau dikenal sebagai “Ayu” oleh fansnya, adalah seorang penyanyi wanita paling terkenal di Jepang. Ayu dijuluki sebagai “ratu pop Jepang” karena kesuksesannya.

Sejak debutnya di tahun 1998 dengan single pertamanya “poker face“, sampai saat ini ia telah menjual lebih dari 50 juta kopi album dan single hanya di Jepang saja, belum terhitung di banyak negara lainnya. Ia telah merilis 10 album studio, 47 single, satu mini album, 5 album kompilasi dalam naungan perusahaan rekaman Avex Trax yang telah menghasilkan banyak hits serta menduduki puncak – puncak tangga lagu di Jepang. Ia adalah artis solo dan artis wanita tersukses sekaligus artis kedua tersukses dalam sejarah industri musik Jepang sampai saat ini. Dengan single ke-40nya, “Blue Bird“, ia telah memecahkan rekor melampaui angka penjualan single yang mencapai 20 juta kopi.

Dengan perilisan singlenya yang ke 39, “Startin’ / Born To Be…” di tahun 2006, Ayumi telah menjadi artis wanita pertama yang mempunyai 32 single yang duduk di nomor 1 tangga lagu Jepang yang terkenal Oricon.

Ayumi juga telah mendapat penghargaan Grand Prix Japan Record Taishou, semacam Grammy Award Jepang 3 kali berturut-turut. Tapi pada tahun 2004 ia menolak penghargaan untuk singlenya “INSPIRE“, dikarenakan adanya konflik dalam Avex antara Max Matsuura dengan Tatsumi Yoda. Setelah itu Ayu juga kerap kali menolak penghargaan yang ditujukan untuk dirinya dikarenakan Ayu ingin memberikan kesempatan bagi penyanyi-penyanyi muda lainnya.

Tahun 2007 Ayu mengeluarkan album kompilasi A BEST 2 dalam 2 versi yaitu BLACK dan WHITE. penjualan kedua album di minggu pertama menembus angka 945.000 kopi, dan dengan keluarnya album A BEST 2 ini, Ayumi menjadi artis kedua yang memecahkan rekor penjualan 2 album yang dikeluarkan bersama dan menduduki urutan 1 & 2 setelah 37 tahun tidak ada yang mampu membuat rekor tersebut.

Perjalanan karier

Masa kanak-kanak dan merintis karier

Lahir di prefektur Fukuoka, Ayumi Hamasaki dibesarkan oleh ibu dan neneknya. Ayahnya meninggalkan keluarga saat ia masih berusia tiga tahun dan tidak pernah berhubungan lagi dengannya.

Karena ibunya bekerja untuk menopang keluarga, Ayumi terutama diasuh oleh neneknya.[5]

Saat berusia tujuh tahun, Hamasaki mulai menjadi model pada institusi lokal, seperti bank, untuk menambah penghasilan keluarganya. Ia meneruskan jalur kariernya dengan meninggalkan keluarganya pada umur empat belas tahun dan pindah ke Tokyo sebagai model di bawah agen bakat, SOS.

Karier modelingnya tidak berlangsung lama; SOS mengganggapnya terlalu pendek dan memindahkannya ke Sun Music, suatu agen musisi. Di bawah nama “Ayumi”, Hamasaki merilis album rap, Nothing from Nothing, pada label Nippon Columbia. Ia dikeluarkan dari label itu karena album itu gagal meraih tangga lagu di Oricon. Setelah kegagalan ini, Hamasaki mulai berakting dan membintangi film B seperti Ladys Ladys!! Soucho Saigo no Hi dan drama televisi Jepang seperti Miseinen, yang kurang mendapat sambutan masyarakat. Karena semakin tidak puas dengan pekerjaannya, Ayumi meninggalkan akting dan tinggal dengan ibunya, yang baru saja pindah ke Tokyo.

Awalnya, Hamasaki adalah murid yang baik, mendapat nilai yang bagus di sekolah menengah di Jepang. Akhirnya, ia hilang kepercayaan pada kurikulum itu, berpikir bahwa bidang-bidang yang diajarkan tidak berguna baginya. Nilainya memburuk karena ia menolak untuk memperhatikan pelajaran. Saat berada di Tokyo, ia mencoba melanjutkan studinya di Horikoshi Gakuen, sekolah menengah atas untuk kesenian namun keluar di tahun pertama. Karena Ayumi tidak bersekolah, ia menghabiskan banyak waktunya dengan berbelanja di butik di Shibuya dan berdansa di klub disko milik Avex, Velfarre.

Di Velfarre, Ayumi diperkenalkan pada orang yang nanti menjadi produsernya, Max Matsuura, lewat seorang teman. Setelah mendengarkan Ayumi bernyanyi karaoke, Matsuura menawarinya kesepakatan rekaman, namun Ayumi mengira adanya maksud tersembunyi dan ia pun menolak tawaran itu.

Matsuura terus berusaha dan berhasil merekrut Ayumi untuk label Avex tahun berikutnya. Ayumi mulai berlatih vokal, namun melewatkan banyak kelas setelah mendapati instrukturnya terlalu kaku dan kelasnya menjemukan. Saat ia mengakui hal ini pada Matsuura, ia mengirim Ayumi ke New York untuk melatih vokalnya dengan metode lain. Selama di luar negeri, Ayumi sering surat-menyurat dengan Matsuura dan membuat Matsuura terkesan dengan gaya tulisannya. Saat kembali ke Jepang, Matsuura menyarankan Ayumi untuk menulis lirik lagunya sendiri.

1998–1999: Naik daun

Album Ayumi di bawah Avex, A Song for XX (1999), “tidak dianggap”:

singlenya tidak menjadi hits utama, dan lagu-lagu di album itu, yang dikomposisi oleh Yasuhiko Hoshino, Akio Togashi (dari Da Pump), dan Mitsuru Igarashi (dari Every Little Thing), adalah lagu-lagu pop-rok yang “mencari aman”. Namun, lirik yang ditulis oleh Ayumi, pengamatan introspektif tentang perasaan dan pengalamannya yang berfokus pada kesendirian dan indivualisme, diterima publik Jepang. Lagu-lagu itu membuat Ayumi mendapat penggemar yang bertambah, dan album yang dirilis itu sukses: menduduki puncak tangga lagu Oricon selama lima minggu dan terjual sebanyak lebih dari sejuta kopi. Atas prestasinya, Ayumi dianugerahi Penghargaan Piringan Emas Jepang untuk kategori “Artis Baru Terbaik Tahun Ini”.

Dengan Ayu-mi-x (Maret 1999), album remixnya yang pertama, Ayumi mulai menjajaki musik di luar pop rok dengan lagu A Song for XX dan mulai memadukan berbagai aliran musik seperti trance, musik dansa, dan orkestra.

Dikomposisi oleh Yasuhiko Hoshino dan Dai Nagao (dari Do As Infinity), single itu kemudian dirilis tahun itu yang bernada dansa dan Ayumi mendapat single nomor satu pertamanya (“Love: Destiny”) dan penjualan sejuta single pertamanya (“A”). Album studionya yang kedua, Loveppears (November 1999), tidak hanya menduduki posisi puncak tangga lagu Oricon, album itu juga terjual sebanyak hampir 3 juta kopi. Album itu juga memperlihatkan perubahan pada lirik-lirik Ayumi. Meskipun lirik Loveppears masih berkisar pada kesendirian, banyak lirik yang ditulis dari sudut pandang orang ketiga. Untuk mendukung Loveppears, ia memulai tur pertamanya , Ayumi Hamasaki Concert Tour 2000 A.

2000–2002: Puncak kesuksesan

Dari bulan April hingga Juni 2000, Ayumi merilis “Trilogy”, seri single yang terdiri atas “Vogue”, “Far Away”, dan “Seasons”. Lirik lagu-lagu ini berfokus pada keputusasaan, cerminan ketidakpuasan Ayumi bahwa dia mengekspresikan dirinya secara menyeluruh pada lirik-liriknya sebelumnya dan rasa malu akan dengan citra publiknya.

Sama seperti itu, banyak lagu yang ditulisya pada album berikutnya, Duty (September 2000), melibatkan perasaan kesepian, kekacauan, kebingungan dan beban tanggungjawabnya. Ia menggambarkan perasaannya terhadap tulisan tersebut sebagai “tidak alami” dan “gugup”. Gaya musiknya juga lebih gelap; kontras dengan Loveppears, Duty adalah album yang dipengaruhi rock dengan hanya satu lagu dansa, “Audience”. Duty diterima penggemarnya: “Trilogy” menjadi “single hit” (“Seasons” adalah lagu yang terjual sejuta), dan album itu menjadi album terlaris Ayumi.

Pada penghujung 2000, Ayumi mengadakan konser hitung mundur Tahun Baru pertamanya di Yoyogi National Gymnasium.

Tahun 2001, Avex mendesak Ayumi untuk merilis album kompilasi pertamanya, A Best, tanggal 28 Maret, membuat album itu “bersaing” dengan album studio kedua Hikaru Utada, Distance. “Persaingan” antara dua penyanyi itu (yang diklaim keduanya bahwa hal itu hanya dibuat-buat oleh perusahaan rekaman mereka dan media massa) diperkirakan menjadi alasan suksesnya album-album itu; keduanya terjual lebih dari 5 juta kopi.

Untuk mendukung Duty dan A Best, Ayumi mengadakan tur dome Jepang, membuatnya menjadi salah satu artis Jepang “penarik-top” yang mengadakan konser di Tokyo Dome.

I am… (Januari 2002) menandai beberapa batu pijakan bagi Ayumi. Ayumi meningkatkan kendali terhadap musiknya dengan mengomposisi semua lagu di album di bawah nama samaran “Crea”; “Connected” (November 2002) dan “A Song Is Born” (December 2001) adalah perkecualian.

I am… juga memperlihatkan evolusi pada gaya lirik Ayumi: hal itu merupakan penarikan mundur dari tema-tema “kesendirian dan kebingungan” pada beberapa lagu-lagu permulaannya. Terdorong oleh serangan 11 September, Ayumi merevisi pandangannya di album I am…, berfokus pada isu seperti keyakinan dan perdamaian dunia. “A Song Is Born”, pada khususnya, dipengaruhi langsung oleh peristiwa itu. Single itu, duet dengan Keiko Yamada, dirilis sebagai bagian dari proyek nirlaba Avex Song+Nation, yang menyumbangkan uang untuk amal. Dia juga membatalkan sampul yang direncanakan dan memilih potret dirinya sebagai “dewi perdamaian”, ia menjelaskan,Aku memiliki ide yang berbeda sama sekali tentang sampul tersebut pertamanya. Kamu sidah menyediakan tempat, memutuskan riasan rambut, dandanan dan segalanya. Namum setelah insiden itu, seperti khas diriku, aku tiba-tiba berubah pikiran. Aku tahu saat itu bukan waktunya untuk tampil menyolok, untuk tatanan dan kostum yang ribet. Itu nampak hal yang ganjil dariku, tapi aku sadar apa yang kukatakan dan penampilanku memiliki pengaruh yang besar.Pandangan yang terinspirasi oleh serangan 11 September berkembang di luar I am…. Tahun 2002 Ayumi mengadakan konser pertamanya di luar Jepang, pada acara MTV Asia music awards di Singapura,

Suatu gerakan yang diinterpretasikan sebagai permulaan kampanye yang diakibatkan melambatnya pasar Jepang. Di acara tersebut, dia menerima penghargaan untuk “Penyanyi Jepang Paling Berpengaruh di Asia”. Untuk mendukung album I am…, Ayumi mengadakan dua tur, Ayumi Hamasaki Arena Tour 2002 A dan Ayumi Hamasaki Stadium Tour 2002 A. Bulan November 2002, sebagai “Ayu”, dia merilis single Eropa pertamanya, “Connected”, lagu trance dari album I am… dikomposisi oleh DJ Ferry Corsten. Lagu itu dirilis di Jerman pada label Drizzly. Ayumi terus merilis single-single (semuanya adalah remix dari lagu-lagu yang sebelumnya dirilis) di Jerman pada Drizzly hingga tahun 2004.

Setelah tampil di acara MTV Asia music awards 2002, Ayumi merasa bahwa hanya dengan menulis lirik berbahasa Jepang, dia tidak mampu membawa “pesan-pesan”nya ke negara lain. Menyadari bahwa bahasa Inggris adalah “bahasa global umum”, dia menggunakannya untuk pertama kali pada album studionya yang berikutnya, Rainbow (Desember 2002).

Meskipun dia tidak mengkomposisi sebanyak di album I am… (hanya sembilan dari lima belas lagu di album itu), dia masih sangat berperan apda produksinya. Album itu sangat beragam alirannya; Ayumi memasukkan track dengan pengaruh rock dan trip-hop dan juga lagu-lagu “musim panas”, “up-tempo” dan “grand gothic” dan bereksperimen dengan teknik baru seperti korus gospel dan sorakan para penonton. Lirik-liriknya juga bermacam-macam: tema di album itu termasuk kebebasan, perjuangan wanita, dan “musim panas yang berakhir sedih”. “H”, single kedua album itu, menjadi single terlaris tahun 2002. Ayumi membintangi film pendek, Tsuki ni Shizumu, yang dibuat sebagai video untuk single ketiga album itu, “Voyage”.

2003–2006: Turunnya penjualan

Ayumi tampil pada turnya (Miss)understood

Tahun 2003, Ayumi merilis tiga single, “&”, “Forgiveness”, dan “No Way to Say”. Untuk merayakan dirilisnya single ketigapuluhnya (“Forgiveness”), Ayumi mengadakan konser A Museum di Yoyogi National Gymnasium.

Album mininya Memorial Address (Desember 2003) adalah album pertamanya yang nantinya dirilis dengan format CD+DVD disamping format CD-only yang biasa, keputusan yang datang dari semakin tertariknya dia pada penyutradaraan video musiknya. Seperti album-album sebelumnya, Memorial Address berada di posisi puncak tangga lagu Oricon dan terjual lebih dari sejuta kopi. Penjualan single Ayumi mulai melambat. Meskipun tiga single album itu menduduki posisi puncak tangga lagu Oricon, “&” adalah single terakhir Ayumi yang terjual lebih dari 500.000 kopi.

Pada akhir turnya Arena Tour 2003–2004, Ayumi semakin tidak puas dengan posisinya di Avex: dia merasa bahwa perusahaan itu memperlakukanna sebagai produk, bukan orang. Bersama dengan ketidakpuasannya terhadap dua album studio terakhirnya (yang dianggapnya terburu-buru), ini membuatnya mulai mengerjakan album My Story (Desember 2004) lebih awal. Kontras dengan album-albumnya sebelumnya, My Story tidak punya tema setting, Ayumi juga tidak berusaha menulis “sesuatu yang bagus” ataupun “sesuatu yang memberi orang harapan”; dia hanya menulis secara bebas dan jujur. Hasilnya, album itu kebanyakan terdiri dari lirik otobiografis tentang emosi dan kenang-kenangan tentang kariernya. Dia mendekati komposisi musik dengan kebebasan yang sama tiap liriknya. Karena dia suka musik rock, album itu dikenal karena nada tambahan rocknya.

Dia sangat senang dengan hasilnya hingga dia menyatakan My Story adalah album pertamanya yang dia puas dengannya Album My Story dan singlenya, “Moments”, “Inspire”, dan “Carols”, semuanya menduduki puncak tangga lagu mingguan Oricon; lebih dari itu, My Story menjadi album terjual sejuta lain. Dari Januari sampai April 2005, Ayumi mengadakan tur seluruh Jepang My Story arena tour, tur pertamanya yang berdasarkan pada album.

(Miss)understood (Januari 2006), album studio Ayumi ke tujuh, menunjukkan arahan musikal yang baru.

Ingin menyanyikan dengan nada seperti grup Sweetbox, Ayumi mendapat izin komposer Sweetbox Roberto “Geo” Rosan untuk menggunakan lagu-lagu demo yang ia maksudkan untuk dipakai dalam album Sweetbox yang akan datang, “Addicted”. Dia menyunting lagu-lagu itu agar cocok dengan pandangan pribadinya, menulis ulang lirik itu dan mengaransemen ulang beberapa lagu. Hasilnya musik yang lebih beragam daripada album sebelumnya; (Miss)understood memasukkan musik ballad, funk, pop-dansa, R&B, dan lagu rock.

Semua single di album (Miss)understood mencapai puncak tangga lagu Oricon; “Bold & Delicious” menjadi single nomor satu Ayumi yang keduapuluhlima, menyamai rekor Seiko Matsuda untuk single paling nomor satu oleh artis wanita solo. Walaupun (Miss)understood juga mencapai puncak tangga lagu itu, Oricon menyatakan bahwa ia terjual kurang dari sejuta kopi-hal yang dicapai album studio Ayumi yang pertama. 

Untuk mendukung album itu, Ayumi mengadakan Tur arena (Miss)understood, yang berlangsung tiga bulan dengan tiga puluh konser, dari Saitama pada 11 Maret, 2006 sampai ke Yoyogi pada 11 Juni 2006.

“Rahasia”, yang memang semestinya, adalah tema album studio Ayumi ke delapan, Secret (November 2006).

Album itu juga mengeksplorasi figur wanita kuat, cinta, dan kesedihan; lagu-lagu yang menggambarkan perjuangan sang artis dan ditulis untuk menyemangati perempuan.Meskipun Secret mulanya dimaksudkan menjadi album mini, Ayumi “mulai penuh dengan hal yang ingin dikatakan” sembari memproduksi album itu dan menulis lima lagu lagi. Album itu kebanyakan terdiri dari lagu rock dan ballad; untuk melengkapinya, Ayumi bereksperimen dengan teknik vokal yang baru. Dua single album itu, “Startin'” dan “Blue Bird”, meneruskan tanda single nomor satunya: “Startin'” menjadi yang ke duapuluhenam, menjadi rekor baru untuk single paling nomor satu yang didapat artis wanita solo. Album itu juga meraih posisi puncak tangga lagu mingguan Oricon, menjadikan Ayumi satu-satunya artis dengan album studi nomor satu sebanyak delapan kali berturut-turut.Secret gagal terjual sejuta kopi. Akan tetapi, penjualannya terus menurun: menurut Oricon dan RIAJ,

2007–sekarang: Menembus pasar di luar Jepang

Ayumi tampil membawakan lagu “Part of Me” di Tur Asia pertamanya

Pada tanggal 28 Februari 2007, Ayumi merilis A Best 2, sepasang album kompilasi yang terdiri dari lagu-lagu dari album I am… hingga (Miss)understood. Dua versinya, White dan Black, muncul pada posisi pertama dan kedua pada tangga lagu mingguan Oricon, membuat Ayumi artis wanita pertama dalam tiga puluh tahun yang memegang dua posisi puncak pada tangga album Oricon manapun.[59] Di akhir tahun 2007, sepasang album itu masing-masing menjadi album terlaris kelima dan ketujuh tahun itu.

Untuk mendukung A Best 2 dan Secret, Ayumi mengadakan Tour of Secret selama empat bulan dari Maret sampai akhir Juni. Itu adalah tur internasional pertamanya, dan selain tampil di Jepang, ia juga tampil di Taipei, Shanghai, dan Hong Kong.

Basis penggemar luar negerinya sudah sangat mengantisipasi konser ini, dan tiket untuk penampilannya di Taipei dan Hong Kong terjual habis kurang dari tiga jam.Tidak seperti yang sebelumnya, tulisan di album studio Hamasaki ke sembilan, Guilty (Januari 2008), bukan pengalaman emosionalnya, juga tidak punya tema setting. Namun, dia mengatakan kemudian bahwa track album tersebut muncul untuk membawakan suatu cerita. Kebanyakan lagu-lagunya gelap album itu dikenal karena kesan rocknya. Ia terdiri dari beberapa track dansa upbeat dan balada, meskipun yang kedua juga bernada tambahan rock. Posisi teratas Guilty berada pada posisi nomor dua di tangga lagu Oricon, membuatnya album studio Ayumi yang pertama kalinya tidak mencapai posisi puncak. Namun, single Ayumi berformat digital, “Together When…”, dan single “Glitter / Fated” dan “Talkin’ 2 Myself”, mencapai posisi puncak pada tangga lagunya masing-masing. Film pendek, Distance Love, digunakan sebagai video musik dari lagu “Glitter” dan “Fated”. Film yang syutingnya di Hong Kong itu, juga dibintangi aktor Hong Kong Shawn Yue sebagai daya tarik romantis Ayumi. 

Guilty kemudian dirilis sebagai album digital di dua puluh enam negara di luar Jepang, sembilan belas diantaranya di negara Barat. Hal itu, bersama dengan keputusan Ayumi untuk menggandeng DJ Barat seperti Armand van Helden untuk album remixnya tahun 2008 Ayu-mi-x 6: Gold dan Ayu-mi-x 6: Silver, diinterpretasikan sebagai langkah pertamanya menuju pasar global.

Bulan april 2008, untuk merayakan sepuluh tahun harijadinya di Avex, Ayumi merilis single “Mirrorcle World”; menembus puncak Oricon, sehingga Ayumi menjadi satu-satunya artis solo yang punya single nomor satu tiap tahun selama sepuluh tahun berturut-turut.

Ayumi juga mengadakan tur Asianya yang kedua, Asia Tour 2008: 10th Anniversary, untuk merayakan hari jadi kesepuluhnya. Dari bulan April hingga Juni, dia tur di Jepang, mengadakan tujuh belas konser. Dan lagi Taiwan, Hong Kong, dan Shanghai menjadi tujuan luar negerinya setelah penampilan dalam negerinya.On September 10, 2008, Hamasaki released A Complete: All Singles, a compilation album that includes the A-sides of all her singles along with previously unreleased footage from her A-nation concerts.

Album studionya yang kesepuluh, Next Level, akan dirilis tanggal 25 Maret 2009 dalam beberapa format: CD, CD+DVD, 2CD+DVD dan USB flash drive dua gigabyte.

Edisi flash drive diharapkan seharga ¥6800 (sekitar USD$75). Single pertama, “Days/Green” (Desember 2008), menjadi single Ayumi nomor satu yang lain. Single kedua, “Rule/Sparkle”, dirilis 25 Januari 2009; “Rule” akan dipakai sebagai lagu tema internasional unuk film Dragonball Evolution yang akan datang.

Citra dan keartisan

Majalah Time mencatat bahwa Ayumi tidak memiliki bakat seperti gerak dansa Namie Amuro, “pesona supermodel” Hitomi, dan “piroteknik vokal” Hikaru Utada; memang, suara Ayumi yang tinggi sering dianggap melengking, bahkan oleh beberapa fansnya.

Namun, musiknya kadang-kadang dianggap sebagai gaya dorong utama dalam membentuk tren musik Jepang terkini; hal ini dikaitkan dengan citranya yang terus berubah dan juga lirik yang ditulis sendiri olehnya, meskipun kritik pujian atas strategi pemasaran yang cerdas. Lirik Ayumi dan citra mendatangkan penggemar yang kebanyakan termasuk Generasi X di Asia, terutama karena “kecantikan yang bertolak belakang atau tidak harmonis” dari busana dan liriknya; busana Ayumi memadukan unsur-unsur Oriental dan Barat, dan lagu-lagunya, yang tidak seperti lagu-lagu penyanyi yang sejaman, semuanya berjudul bahasa Inggris tapi tidak berlirik bahasa Inggris (hingga Rainbow). Kepopuleran musiknya berkembang di luar Jepang; Dia punya “[penggemar] yang lumayan banyak di seluruh Asia” dan salah satu dari sedikit penyanyi Jepang yang albumnya terjual lebih dari 10.000 kopi di Singapura. Akan tetapi, tahun 2002, penjualan dalam negeri Ayumi mulai menurun karena pasar Jepang melambat dan meningkatnya pembajakan di Jepang. Sehingga, dia mulai pindah ke pasar Asia tahun 2002, tampil di MTV Asia awards 2002 di Singapura, di “Festival Lagu Asia” di Korea Selatan”, dan di konser di Beijing untuk merayakan relasi Cina-Jepang. Dengan popularitasnya yang menurun (sebagian karena naiknya popularitas penyanyi lain seperti Kumi Koda), dia memulai usahanya menuju pasar Asia, dimulai dengan tur Asia pertamanya di tahun 2007.

Gaya dan pengaruh

Karena pengaruh musiknya yang luas, Ayumi sering dibandingkan dengan Madonna,

yang dikutip Ayumi sebagai salah satu pengaruhnya,[24] bersama dengan musisi soul Babyface dan En Vogue dan band rock Led Zeppelin dan Deep Purple. Dia juga mengagumi Michelle Branch, Kid Rock, Joan Osborne, Seiko Matsuda, Rie Miyazawa, dan Keiko Yamada;

pengaruh yang beraneka ragam ini membawa pada keragaman musiknya sendiri.

Ayumi mulai meminta pembuatan remix untuk lagu-lagunya pada awal kariernya, dan hal ini juga mempengaruhi keragaman musiknya.

Ditemukan pada banyak rekamannya, remix-remix ini memuat banyak genre musik dansa elektronik yang berbeda termasuk Eurobeat, musik rumah, dan trance, begitu juga genre musik akustik seperti musik klasik dan musik tradisional Cina. Dia menggandeng musisi Jepang dan Barat; diantaranya dia bekerja dengan Above & Beyond, Lamoureux Orchestra dari Perancis, dan ensembel musik tradisional Cina traditional Princess China Music Orchestra.

Ayumi telah merilis lebih dari seratus lagu orisinil; dengan lagu-lagu itu dia telah meliputi berbagai aliran musik, seperti dansa, metal, R&B, rock progresif, pop dan klasik.[10] Dia menggunakan berbagai alat musik dan teknik termasuk piano, orkestra, paduan suara gospel, gitar, senar tradisional Jepang, kotak musik dan efek seperti sorakan, tepuk tangan dan bunyi goresan.[10][36] Dia sering merangkul orang lain untuk mengkomposisi; seperti yang dia jelaskan, “Aku bukan profesional; bahkan aku tidak punya pengetahuan dasar dalam menulis musik.”[24] Namun, dia mulai mengomposisi melodinya sendiri setelah stafnya gagal mengomposisi nada “M” yang menarik baginya.[5] Ingin memproduksi pekerjaan yang sejalan dengan pandangannya, Ayumi mengambil alih banyak aspek keartisannya.[25][26] I am… merupakan perwakilan dari tahap ini dalam karier Ayumi; dia menyutradarai produksi lagu, video dan karya seninya. Namun, kemudian dalam kariernya, dia mulai mewakilkan banyak tugas , termasuk komposisi, kepada stafnya.[92][fn 12]

Ayumi sering terlibat dalam arahan artistik penampilan langsungnya; yang seringkali merupakan produksi besar-besaran yang menggunakan berbagai peralatan pentas, kostum mewah, dansa koreografi. Dia telah menggunakan layar video besar, kembang api, simulasi rintik hujan, lantai panggung trik, dan peralatan gantung.[91] Dia juga terlibat dalam arahan artistik video promosinya dan dalam video itu dia mencoba menyampaikan arti atau perasaan masing-masing lagu.[54] Tema video itu bermacam-macam; dia telah membuat video yang “sedih dan rapuh” atau “emosional” (“Momentum”, “Endless Sorrow”), video “penyegaran” (“Blue Bird”, “Fairyland”), dan video humor (“Evolution”, “Angel’s Song”, “Beautiful Fighters”).[93][94] beberapa videonya mengandung alur cerita pendek: video “Voyage” menggambarkan Ayumi sebagai wanita di rumah sakit jiwa yang dalam kehidupan lalu adalah wanita masa Jepang feodal yang berkorban bagi bulan; video “Endless Sorrow” memfiturkan anak muda yang hidup di masyarakat dimana berbicara dilarang oleh hukum. Selain itu, video “Fairyland”, “My Name’s Women”, dan “Jewel” ada diantara dua puluh besar atau video musik termahal, memjadikan Ayumi satu-satunya penyanyi bukan penutur bahasa Inggris yang mendapat perbedaan itu.

Lirik dan tema

Pada waktu permulaan, aku mencari diriku sendiri dalam musikku. Musikku adalah untukku. Aku tidak punya ruang mental untuk sadar akan pendengar; Aku menulis untuk diriku sendiri. Aku tidak mengerti hal apa untuk menulis lagu. Namun, seiring berjalannya waktu aku mulai melihat banyak hal, pengaruhku, tanggung jawab yang memberiku.

— Ayumi Hamasaki pada arahan lirik yang baru di I am….[26]

Lirik-lirik Ayumi, tulisannya sendiri,[fn 2] telah diterima di antara penggemar-penggemarnya, yang memuji lirik-lirik itu sebagai jujur dan “mengungkapkan kebulatan tekad”[93] Karena dia memiliki “masalah yang mengiang-ngiang di pikirannya”, Ayumi menggunakan lirik-liriknya sebagai jalan keluar; dia “menarik diri dari pengalaman dan emosinya sendiri” dan mencoba menempatkan mereka “dengan jujur dalam kata-kata”.[2] Dia menyatakan bahwa kejujuran penting bagi liriknya, ia mengatakan, “Jika aku menulis saat aku di bawah, ia akan menjadi lagu yang gelap, tapi aku taidak peduli. Aku ingin jujur pada diriku sendiri sepanjang waktu”[2] Karena hal ini, dia tidak menggunakan lirik bahasa Inggris hingga albumnya Rainbow, karena dia merasa paling bisa mengeksresikan dirinya sendiri dalam bahasa Jepang.[fn 2] Seperti aliran musiknya, seperti, tema liriknya bermaam-macam” meskipun “kesendirian dan kebingungan” sering muncul di album-album awalnya, dia telah keluar dengan tema-tema yang beragam seperti kepercayaan dan perdamaian;[25] tema-tema pada albumnya yang berikutnya telah memasukkan cinta dan perjuangan wanita.[36][48][55] Selain mengambil inspirasi untuk liriknya dari pengalaman dan perasaan pribadi, Ayumi mendasarkan liriknya pada sumber-sumber seperti peristiwa sejarah. Kehidupan Joan of Arc adalah inspirasi bagi lagu “Free & Easy”, sementara suatu kisah yang diceritakan temannya tentang santo bernama Maria menjadi dasar bagi “M”;[fn 13] serangan 11 September mengilhami lagu “A Song Is Born”.[17][98]

Citra publik

Pengauh Ayumi berlanjut di luar musik; dia sering dianggap ikon berbusana dan pembuat tren,[92][99][100] status yang disematkan padanya sangat mengendalikan citranya.[4][101][102][103] Di samping seringnya dia tampil di majalah fashion, seperti Vivi, Popteen, dan Cawaii, Ayumi sering dipuji karena pilihan pakaian dan aksesorisnya yang trendi; Oricon berulang-kali menyebutnya “Artis Wanita Paling Bergaya Terkini”.[1][80][104] banyak aspek mode Jepang-termasuk pakaian, rambut, kuku, dan aksesoris-sedikit-banyak dipengaruhi oleh Ayumi.[80][105] Seperti musiknya, tren yang dimulai Ayumi menyebar di negara-negara Asia seperti Taiwan, Cina, and Singapura.[106][107][108] Di antara tren yang dimulai Ayumi adalah hime-kei (penampilan yang diilhami oleh mode bangsawan Perancis abad ke-18, dan chapatsu (pewarnaan rambut).[109][110][111] Citra Ayumi yang terus berubah nyata tidak hanya dalam pengambilan foto mode dan penggunaan nama komersilnya tapi juga di sampul rekamannya, unsur yang ia anggap penting dalam menyampaikan pesannya..[25] Ayumi menggambarkan dirinya sebagai “dewi perdamaian” berselimutkan sulur atau “dewi Yunani” (di albumnya I am…), sebagai “Joan of Arc abad ke-duapuluhsatu” (untuk singlenya “Free & Easy”), dan sebagai “Lolita” yang funki .[98][112]Loveppears. Sampul rekaman termasuk Loveppears, I am…, dan Rainbow[113] Ayumi juga memperoleh kritikan setelah dia menjadi model bra untuk pembuat pakaian Wacoal, meski kebanyakan kritikan menduga bahwa Ayumi hanya mencoba “kejar-kejaran” dengan Kumi Koda, yang populer karena citranya yang sangat seksual.[114] Meski Ayumi menggambarkan dirinya pada rilis yang lebih awal sebagai “gadis di depan pintu”, dia memakai citra yang lebih seksual sejak dirilisnya menampilkan Ayumi dalam keadaan telanjang sebagian, yang menimbulkan kontroversi.

Ayume dicari oleh banyak pemilik merek untuk mempromosikan produk mereka. Sepanjang kariernya di Avex, dia telah mempromosikan serangkaian produk dari barang elektronik (ponsel Tu-Ka) dan Panasonic)[8] hingga berbagai makanan ringan.[80] Diantara produk yang dia iklankan di televisi adalah skuter Honda Crea (Honda CHF50),[115] kosmetik Kosé,[80] donat Mister Donut,[116] dan kopi Boss.[117] Juga sebagai musik latar untuk iklan televisi, beberapa lagu Ayumi menjadi tema permainan video, pertunjukan televisi dan film,[fn 14] Seperti Onimusha: Dawn of Dreams, InuYasha, dan Shinobi: Heart Under Blade.[118][119][120] Meskipun awalnya Ayumi mendukung eksploitasi popularitasnya untuk tujuan komersial, ia berkata bahwa “perlu bahwa [ia] dipandang sebagai produk”,[24] akhirnya dia menolak keputusan Avex untuk memasarkannya sebagai “produk bukan sebagai orang”.

Kegiatan lain

Ayumi digambarkan sebagai sebagai memiliki “kerajaan waralaba”, dimana dia meluncurkan merek modenya sendiri, MTRLG (Material Girl), tahun 2001; pakaian tersebut dijual di butik MTRLG dan toko Mise S*clusive.[122]Tour of Secret, Ayumi bekerjasama dengan Sanrio untuk membuat merek barang, Ayumi HamasakixHello Kitty, yang bersama-sama menonjolkan Ayupan dan Hello Kitty.[123] Barang-barang itu termasuk sarung ponsel dan kamera Lumix yang berhiaskan gambar Hello Kitty di belakang logo Ayumi “A”;[fn 15] produk sebelumnya adalah hasil dari kerjasama dengan Sanrio dan merek mode Jepang Ash & Diamonds, yang kedua kerjasama dengan Sanrio dan Panasonic.[124] Secara singkat menjadi pembawa acara pertunjukan televisinya sendiri, Ayuready? (Oktober 2002), di Fuji Television. Acara bincang-bincang, ditayangkan sabtu malam dari pukul 11:30 hingga tengah malam, seringkali menampilkan ia bernyanyi dengan tamunya, yang diantaranya Goto Maki, Puffy, dan Akina Nakamori. Untuk mempromosikan acara itu (dan albumnya Rainbow), Ayumi membuka restoran, Rainbow House, di Pantai Shōnan; restoran itu kadang-kadang dipakai di episode Ayuready?.[122] Setelah kurang dari dua tahun, episode terakhir ditayangkan pada bulan Maret 2004. Tahun 2002, Ayumi membuat Ayupan, versi kartun dirinya sendiri yang muncul pada serangkaian waralaba (terutama figurin) dan di kartun tahun 2003. Untuk turnya tahun 2007

Kehidupan pribadi

Ayumi berkencan dengan aktor single Tomoya Nagase sejak masa karier aktingnya yang singkat, dan mereka mengumumkan hubungan mereka ke publik tahun 2001.[101] Enam tahun kemudian, awak media memberitakan rumor bahwa pasangan tersebut akan menikah; akan tetapi, tanggal 13 Juli, Ayumi mengumumkan bahwa mereka putus. Meskipun Ayumi tidak memjelaskan alasan perpisahan itu, dia menyatakan bahwa mereka telah berpisah baik-baik dan keduanya tetap berteman.[126][127]

Pada tanggal 8 Januari 2008, sebuah entri di blog TeamAyunya, Ayumi mengungkapkan bahwa suatu kondisi yang tidak dapat dioperasi , mungkin tinnitus atau penyakit Ménière, menyebabkan tuli total di telinga kirinya.[128][68] Dia mengungkapkan bahwa dia didiagnosis dengan kondisi itu tahun 2006 dan bahwa masalah itu dimulai tahun 2000.[129] Walaupun kemunduran tersebut, Ayumi menyatakan bahwa dia ingin terus menyanyi, dan bahwa dia “tidak akan berhenti” karena penggemar-penggemarnya dan bahwa “sebagai seorang profesional”, di ingin “memberikan penampilan terbaik bagi siapa saja”.[129][130]

Tanggal 24 Desember 2008, tangan kanan Ayumi terluka saat dia jatuh dari tangga apartemennya. Dia dibawa ke rumah sakit dan dioperasi. Menurut dokternya, luka itu disebabkan oleh “anemia yang diperburuk oleh kelelahan” dan diharapkan sembuh dalam waktu tiga minggu.

Album studio

  • 1995: Nothing from Nothing (Mini album pra-Avex)
  • 1999: A Song for XX
  • 1999: Loveppears
  • 2000: Duty
  • 2002: I am…
  • 2002: Rainbow
  • 2003: Memorial Address (album mini)
  • 2004: My Story
  • 2006: (Miss)understood
  • 2006: Secret
  • 2008: Guilty
  • 2009: Next Level
  • 2010: Rock ‘n Roll Circus

Album kompilasi

  • 2001: A Best
  • 2003: A Ballads
  • 2007: A Best 2 (White/Black)
  • 2008: A Complete: All Singles

Konser

Tur Konser

  • 2000: Ayumi Hamasaki Concert Tour 2000 Vol.1
  • 2000: Ayumi Hamasaki Concert Tour 2000 Vol.2
  • 2001: Ayumi Hamasaki Dome Tour 2001 A
  • 2002: Ayumi Hamasaki Arena Tour 2002 A
  • 2002: Ayumi Hamasaki Stadium Tour 2002 A
  • 2003–2004: Ayumi Hamasaki Arena Tour 2003-2004 A
  • 2005: Ayumi Hamasaki Arena Tour 2005 A: My Story
  • 2006: Ayumi Hamasaki Arena Tour 2006 A: (Miss)understood
  • 2007: Ayumi Hamasaki Asia Tour 2007 A: Tour of Secret
  • 2008: Ayumi Hamasaki Asia Tour 2008: 10th Anniversary
  • 2009: Ayumi Hamasaki Arena Tour 2009 A: Next Level

Konser hitung-mundur Tahun Baru

  • 2000–2001: Ayumi Hamasaki Countdown Live 2000-2001 A
  • 2001–2002: Ayumi Hamasaki Countdown Live 2001-2002 A
  • 2002–2003: Ayumi Hamasaki Countdown Live 2002-2003 A
  • 2004–2005: Ayumi Hamasaki Countdown Live 2004-2005 A
  • 2005–2006: Ayumi Hamasaki Countdown Live 2005-2006 A
  • 2006–2007: Ayumi Hamasaki Countdown Live 2006-2007 A
  • 2007–2008: Ayumi Hamasaki Countdown Live 2007-2008 Anniversary
  • 2008–2009: Ayumi Hamasaki Premium Countdown Live 2008-2009 A

Filmografi

  • Distance Love (Kyo Ai)
  • Twins Teacher (1993)
  • Battle Spirits Ryûko no Ken (1993)
  • Sumomo mo Momo (1995)
  • Miseinen (1995)
  • Ladys Ladys!! Soucho Saigo no Hi (1995)
  • Like Grains of Sand (1995)
  • Gakko II (1996)
  • Tsuki ni Shizumu (Sinking Moon) (2002)

Penghargaan dan rekor Ayumi Hamasaki

Tahun Penghargaan dan Rekor
1999
  • Japan Gold Disc Award – Artis Pendatang Baru Tahun Ini
  • Japan Gold Disc Award – Album Pop Tahun Ini (A Song for XX)
  • All Japan Request Awards- Grand Prix
2000
  • Japan Gold Disc Awards- Album Pop tahun Ini — Loveppears
  • Japan Gold Disc Awards- Lagu Tahun Ini — A
  • Rekor: Satu-satunya artis yang punya empat album di Top 10 Oricon secara bersamaan
  • The Japan Record Awards- Album Terbaik — Duty
  • The Japan Record Awards- Hadiah Emas — Seasons
2001
  • Japan Gold Disc Awards- Artis Tahun Ini
  • Japan Gold Disc Awards- lagu Tahun Ini — (M, Seasons)
  • Japan Gold Disc Awards- Album Pop Tahun Ini — Duty
  • Japan Cable Award- Grand Prix
  • The Japan Record Awards- Hadiah EmasGold Prize — Dearest
  • The Japan Record Awards- Penghargaannya — Dearest
  • MTV Japan Video Music Awards- Artis Wanita Terbaik
  • World Music Awards- Artis Pop/Rock Jepang Terbaik
  • World Music Awards- Artis Asia Terlaris Dunia
  • 130 juta orang memilih penghargaan artis terbaik – Artis Terbaik
2002
  • Japan Gold Disc Awards- Artis Tahun Ini
  • MTV Asia Awards- Penghargaan Artis Wanita Terbaik
  • MTV Asia Awards- Artis Jepang Paling berpengaruh di Asia (penghargaan spesial)
  • Japan Gold Disc Awards- Album Pop Tahun Ini — (A Best, I am…)
  • Japan Cable Award- Grand Prix
  • The Japan Record Awards- Hadiah Emas — Voyage
  • The Japan Record Awards- Penghargaannya — Voyage
  • Oricon Awards- Album remix terlaris tahun ini (Super Eurobeat presents Ayu-ro mix)
  • All Japan Request Awards- Grand Prix
  • 130 juta orang memilih penghargaan artis terbaik – Artis terbaik
  • Un-sorted- All Japan Request Award
2003
  • MTV Japan Video Music Awards- Video Wanita Terbaik — Because of You
  • MTV Japan Video Music Awards- Video Pop Terbaik — No Way to Say
  • MTV Japan Video Music Awards- Penampilan Langsung Terbaik Dipersembahkan oleh Asahi Super Dry
  • Japan Gold Disc Awards- lagu Tahun Ini — (Free & Easy, H, Voyage)
  • Japan Gold Disc Awards- Album Rock/Pop Tahun Ini — (Rainbow)
  • The Japan Record Awards- Hadiah emas — No Way to Say
  • The Japan Record Awards- Penghargaannya — No Way to Say
  • 130 juta orang memilih penghargaan artis terbaik – Artis terbaik
  • All Japan Request Awards- Grand Prix
  • World Music Awards- Artis Pop/Rock Jepang Terbaik
  • Oricon Chart Awards- Penghargan Judul Album Terlaris
  • Oricon Chart Awards- Penghargaan Hit Terbaik
2004
  • Japan Gold Disc Awards- Artis Tahun Ini
  • Hito Awards Taiwan – Artis luar negeri Terbaik
  • Hito Awards Japan – Moments
  • Japan Gold Disc Awards- Album Rock/Pop Tahun Ini — (A Ballads, &, Memorial Address)
  • 130 juta orang memilih penghargaan artis terbaik – Artis terbaik
2005
  • 130 juta orang memilih penghargaan artis terbaik – Artis terbaik
  • Hito Awards Taiwan – Artis luar negeri Terbaik
  • Hito Awards Japan – my name’s Women
  • Japan Gold Disc Awards- Lagu Tahun Ini — (Moments, Inspire)
  • Musicnet Awards – Album Terbaik (My Story)
  • Penghargaan Artis wanita solo Jepang Terlaris (Worldwide Award)
2006
  • Peringkat no. 2 untuk Penjualan Album Artis Wanita Total
  • Peringkat no. 1 untuk Penjualan Album Artis Wanita Total(lebih dari 20.000.000 kopi single)
  • Musicnet Awards – Artis terbaik
  • Musicnet Awards – Album Terbaik (Miss)understood
  • Musicnet Awards – Single TerbaikBest Single (Heaven)
  • Musicnet Awards – Video Konser Terbaik (Arena Tour 2005: My Story)
  • 130 juta orang memilih penghargaan artis terbaik – Artis terbaik
  • Artis Jepang dengan semua Album Orisinil diperingkat no. 1 berturut-turut dari Album Debut
2007
  • Artis Jepang Terlaris ke-4 dalam sejarah
  • Artis Wanita Jepang Terlaris dalam sejarah
  • Artis solo wanita pertama dalam 36 tahun yang secara bersamaan menempati dua posisi teratas di tangga lagu album
  • Rekor: Artis Wanita dan Solo Jepang Terlaris dalam sejarah
  • Japan Gold Disc Awards – Album Rock/Pop Tahun Ini – ((Miss)understood, Secret)
  • Japan Gold Disc Awards – Kartu Artis Album Penjualan Sejuta – (miss)understood
  • RTHK International Awards – Lagu Jepang Terbaik tahun Ini – Secret
  • Hito Awards Taiwan – Artis luar negeri Terbaik tahun 2007
  • 130 juta orang memilih penghargaan artis terbaik – Artis terbaik (2007)
  • Artis Terlaris Kedua Tahun 2007
  • Selebritas Wanita Berpendapatan Tertinggi Tahun 2007
  • Asian MUSIC eXtreme Awards 2007 – Artis single Wanita Asia terbaik 2007
2008
  • Rekor: Satu-satunya artis wanita solo dengan 30 single nomor satu
  • Rekor: Satu-satunya artis wanita solo dengan 40 single Top 10
  • Rekor: Artis dengan single nomor satu dalam 10 tahun berturut-turut (10).
  • MTV Student Voice Awards – Artis Wanita Terbaik
  • MNET KM Music Festival Korea – Artis Pop Terbaik (Asia)
  • MNET KM Music Festival Korea – DVD Konser Terbaik (Ayumi Hamasaki – ASIA tour 2007) (Asia),
  • Musicnet Awards – Artis terbaik
  • Musicnet Awards – Album terbaik(A Best 2 [White/Black]
  • Musicnet Awards – Single terbaik (talkin’ 2 myself)
  • Musicnet Awards – Video Konser Terbaik (Asia Tour 2007 A: Tour of Secret)
  • Hito Awards Taiwan – Artis luar negeri Terbaik
  • Artis Wanita Internasional Terbaik, YAHOO! Hong Kong Buzz Music Awards
  • Selebritas Wanita Berpendapatan Tertinggi Tahun 2008
  • 130 juta orang memilih penghargaan artis terbaik – Artis terbaik (2008)
2009
  • Artis paling sering dikunjungi di halaman web Avex
  • French J-Awards: “Best of” Album Terbaik tahun 2008: A Complete ~All Singles~
  • French J-Awards: Artis Jepang paling dicari di Perancis tahun 2009
  • Japan Gold Disc Awards – Album Rock/Pop Tahun Ini – A Complete ~All Singles~

Referensi: id.wikipedia.org

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2010 in Aktris, Penyanyi

 

BoA

BoA

~Yahh…sebenernya artikel ini juga gag terlalu berhubungan dengan anime dsb. Aku nyantumin artikel tentang Boa ini soalnya salah satu soundtrack dari Inuyasha adalah lagu yang dinyanyiin Boa…hehehe…~

BoA (권보아 Kwon, Boa; lahir di Gyeonggi, Korea Selatan, 5 November 1986; umur 23 tahun) adalah penyanyi pop Korea Selatan. Album dan singel BoA dirilis dalam bahasa Korea dan Jepang. Selain fasih dalam kedua bahasa tersebut, BoA lancar berbahasa Inggris dan sedang mempelajari bahasa Mandarin.

BoA pernah berkolaborasi dengan artis-artis seperti Mondo Grosso, Westlife, Palm Drive, m-flo, Soul’d Out, dan Howie Dorough dari Backstreet Boys.

BoA pernah datang ke Indonesia dan tampil dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) Samsung Award 2004.

Album BoA diproduksi dan dirilis di Indonesia oleh Indo Semar Sakti.

Pada 14 Oktober 2008, dibawah label SM Entertainment USA, subdivisi dari SM Entertainment, BoA tampil di Amerika Serikat dengan singel “Eat You Up” dan merilis album bahasa Inggris pertamanya, BoA pada tanggal 17 Maret 2009.

Album kompilasi Best of Soul menjadikan BoA sebagai penyanyi Asia non-Jepang pertama yang albumnya laku lebih dari satu juta keping di Jepang.

Semua album yang dirilis di Jepang (5 album studio dan 1 album kompilasi) berhasil menempati urutan nomor satu tangga album Oricon.

Perjalanan karier

Masa remaja

BoA sudah senang menyanyi dan menari sejak di taman kanak-kanak. Pada bulan Juni 1998, BoA diajak pergi menemani kakak laki-lakinya yang seorang street dancer ke audisi calon penyanyi yang diadakan SM Entertainment. BoA sedang berada di pojok ruangan melihat-lihat saja ketika direktur produksi melihatnya. Boa dimintanya untuk menari, dan direktur produksi menemukan bakat terpendam BoA yang masih kelas 5 SD.

Sewaktu di sekolah menengah pertama, BoA sangat sibuk berlatih menjadi artis profesional. BoA diberi les pelajaran bahasa Jepang karena SM Entertainment ingin BoA melakukan debut di Jepang. Sewaktu masih berusia 13 tahun, BoA menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Jepang. Libur musim panas selama sebulan dipakainya untuk homestay di Tokyo untuk belajar bahasa Jepang di rumah seorang penyiar NHK.

Singel perdana hingga Listen to My Heart

Sampul singel perdana “ID; Peace B”

Debut BoA sebagai artis rekaman dimulai ketika berusia 14 tahun. Album perdana ID; Peace B yang dirilis 25 Agustus 2000Mnet KM Music Festival tahun 2000. laku hampir 375 ribu keping, dan masuk di peringkat Top 10 tangga lagu Korea Selatan. BoA memenangi penghargaan Artis Wanita Pendatang Baru Terbaik dalam

Bulan berikutnya, BoA sudah memiliki klub penggemar bernama Jumping BoA.

Sementara itu, label rekaman yang menanganinya di Korea Selatan (SM Entertainment) bekerja sama dengan Avex Trax untuk meluncurkan karier BoA di Jepang.

Di Jepang, pertunjukan pertama BoA pertama berlangsung 7 Maret 2001 di Velfarre Hall.

BoA membawakan tiga buah lagu dalam tiga bahasa, “ID; Peace B” (bahasa Jepang), “SARA” (bahasa Korea), dan “Don’t start now” (bahasa Inggris). Selanjutnya, album mini pertama Jumping into the World dirilis di Korea, 5 Mei 2001.

Setelah menandatangani kontrak dengan avex, BoA memulai debutnya di Jepang. Pada 30 Mei 2001, versi bahasa Jepang untuk singel “ID; Peace B” dirilis di Jepang, dan sampai di urutan ke-17 tangga singel Oricon.

Sejak itu pula BoA mulai sering bolak-balik Korea-Jepang. Singel pertama diikuti singel kedua dan ketiga hingga akhir tahun 2001, “Amazing Kiss” (posisi 16) dan “Kimochi wa tsutawaru” (posisi 11). Singel “the meaning of peace” merupakan hasil duet dengan Kumi Koda untuk mengenang korban Serangan 11 September 2001. Di tangga singel Oricon, “the meaning of peace” sampai di anak tangga ke-7.Pada 17 Januari 2002, BoA merilis singel ke-4, “Listen to My Heart” yang mencuatkan nama BoA di Jepang. Setelah dirilis, singel ini langsung duduk di posisi ke-5], dan naik ke posisi ke-3. Dua bulan kemudian (13 Maret 2002), BoA merilis album perdana di Jepang, Listen To My Heart, dan sukses di urutan nomor satu tangga album Oricon. Album tersebut bahkan bertahan di tangga album selama 91 minggu, dan laku lebih dari 1 juta keping di Jepang.

Bersamaan dengan dirilisnya album Listen To My Heart, BoA juga merilis singel ke-5 “Every Heart -minna no kimochi-“. Singel tersebut dijadikan lagu penutup serial anime Inuyasha, dan sempat berada di urutan ke-10 Oricon.

Bulan berikutnya (13 April 2002), BoA merilis album No.1 yang merupakan album studio kedua di Korea. Hingga kini, No.1No.1 terhenti di peringkat 15 Oricon. Dari akhir bulan Juli 2002, BoA mengikuti konser musim panas a-nation bersama artis avex lainnya. masih merupakan album berbahasa Korea tersukses bagi BoA, dan terjual lebih dari 650 ribu keping. Namun di Jepang, album

Sebelum merilis album berbahasa Jepang yang kedua, BoA terus merilis singel baru termasuk versi bahasa Jepang “Don’t start now” (29 Mei 2002) dan “Valenti” (28 Agustus 2002). Lagu “Don’t Start Now” sebelumnya ada dalam album Jumping into the World yang diedarkan di Korea. Singel “Don’t Start Now” sampai di urutan ke-17, sedangkan “Valenti” di urutan ke-2 tangga Oricon dan laku lebih dari 200 ribu keping. Kesuksesan “Valenti” diikuti dua singel lainnya, “Kiseki / No.1″, dan “Jewel Song / Beside You -boku wo yobu koe-” yang keduanya sampai di urutan ke-3 Oricon.

BoA berduet dengan Westlife dalam lagu “Flying Without Wings” untuk album remix BoA Next World. Mini album kedua, Miracle dirilis di Korea (September 2002), dan laku sekitar 327 ribu keping. Dalam Festival Video Musik Mnet yang diadakan 29 November 2002, BoA memenangi penghargaan Video Musik Terpopuler dan Video Musik Terbaik kategori Musik Tari

. Selain itu, dua buah penghargaan diraih BoA dalam Penghargaan Musik Korea 2002 yang diadakan KMTV. Penghargaan Piringan Emas juga didapat BoA dari Japan Record Award, 13 Desember 2002. Lagu “Valenti” dibawakan BoA ketika tampil untuk pertama kalinya dalam Kōhaku Uta Gassen, 31 Desember 2002.

Album Valenti hingga Atlantis Princess

Album Valenti dirilis 29 Januari 2003 sebagai album studio kedua. Album ini sampai di urutan pertama tangga album Oricon, dan laku 1.249.000 keping.

Di puncak tangga album, Valenti bertahan selama dua minggu berturut-turut. Hingga kini, album Valenti terus bertahan sebagai album terlaris BoA.

BoA untuk pertama kalinya mengadakan konser di Jepang dari 27 Maret hingga 6 April 2003. Sejumlah 6 pertunjukan dilangsungkan di Osaka, Nagoya, dan Tokyo.

Di Jepang, klub penggemar BoA yang bernama SOUL diresmikan 1 April 2003. Bulan berikutnya, BoA merilis album Atlantis Princess di Korea Selatan. Album tersebut menjadi album berbahasa Korea yang ketiga dari BoA, dan laku sekitar 344 ribu keping di Korea Selatan.

Di Jepang, BoA terus mengeluarkan singel-singel baru, “Shine We Are! / Earthsong” (urutan 2 Oricon), “Double (Double/Midnight Parade/Milky Way~Kimi no Uta~)” (urutan 2), dan “Rock With You” (urutan 5). Sepanjang musim panas tahun 2003, BoA kembali mengikuti konser keliling a-nation bersama artis dari avex. Sementara itu, mini album ketiga di Korea, Shine We Are! laku sebanyak 80 ribu keping. Dalam acara malam tahun baru NHK tahun 2003, BoA tampil untuk kedua kalinya menyanyikan lagu “Double”. Penampilan tersebut menjadikan BoA sebagai artis asing pertama yang tampil sebagai artis pembuka Kōhaku Uta Gassen.

Dari My Name hingga Love & Honesty

Album ke-3 di Jepang, Love and Honesty dirilis 15 Januari 2004. Selama dua minggu berturut-turut, album tersebut bertahan di urutan pertama Oricon dengan total penjualan 654 ribu keping di Jepang.

Tahun 2004, BoA pertama kali melakukan konser solo di gedung berkapasitas besar. Konser Live Tour 2004 ~Love & Honesty~ dimulai akhir Maret 2004, dan berlangsung 9 kali pertunjukan di 5 kota besar (Saitama Super Arena, Nagoya Rainbow Hall, Marine Messe Fukuoka, Osaka-jo Hall, dan Yokohama Arena). Selanjutnya, BoA merilis dua buah singel, “Quincy / Kono Yo no Shirushi” (posisi 4 Oricon), dan “Merry-Chri” (Meri Kuri) (posisi 5 Oricon).

Di Korea, BoA merilis album My Name yang laku lebih dari 365 ribu keping. Video musik “My Name” menjadikan BoA sebagai penerima Hadiah Utama (Daesang) dari MKMF Awards tahun 2004. Pada 8 September 2004, BoA memberi sumbangan sebesar 50 juta won untuk Asosiasi Peringatan An Jung-geun.[11][12] Akhir tahun 2004, BoA menyanyikan “Quincy” di acara malam tahun baru NHK.

Nomor satu di Oricon hingga Girls on Top

Album kompilasi Best of Soul (dan Best of Soul -Perfect Edition-) dirilis 2 Februari 2005. Isinya 16 singel berbahasa Jepang, termasuk bonus “La La La Love Song” (duet dengan Soul’d Out). Album tersebut sampai di urutan nomor satu Oricon, dan laku 1 juta 3 ribu keping setelah beredar selama 16 minggu.

Konser “Best of Soul” dilangsungkan 8 kali di 4 kota besar di Jepang.

Hasilnya dikemas dalam album konser BoA Arena Tour 2005 -Best of Soul- yang termasuk salah satu album terlaris tahun 2005 di Jepang.

Singel ke-16, “Do the Motion” adalah singel pertama BoA yang berhasil di urutan nomor satu tangga singel Oricon.

BoA menjadi artis Asia non-Jepang ke-4 yang pernah memiliki singel di puncak tangga Oricon setelah Ouyang Feifei, Agnes Chan, dan Judy Ongg. Terakhir kali artis Asia non-Jepang yang menempatkan singelnya di urutan nomor satu adalah Ouyang Feifei (“Love is Over”, 26 Desember 1983).

Album Korea ke-5, Girls on Top yang dirilis 23 Juni 2005 laku sekitar 295 ribu keping, dan sampai di puncak tangga album Korea Selatan dan Taiwan. Penghargaan Artis Wanita Terbaik juga diterimanya dari Festival Video Musik Mnet.

Sebagai penutup tahun 2005, BoA merilis singel Merry Christmas from BoA, dan tampil membawakan lagu “Dakishimeru” di acara malam tahun baru NHK.

Album Outgrow hingga Winter Love

Singel Everlasting dirilis 18 Januari 2006 sebagai singel ke-4 di Korea dan singel ke-18 di Jepang.

Sesudah itu, album Outgrow menjadi album ke-4 BoA di Jepang, 15 Februari 2006. Album ini laku 222 ribu keping dengan edisi terbatas berisi video musik BoA dalam bentuk CD+DVD. Album Outgrow langsung menempati puncak tangga album Oricon di minggu pertama setelah dirilis. 



Konser promosi album Outgrow bernama BoA Outgrow Special Live 2006. Sekitar 1500 penonton menghadiri konser di Shibuya-AX, 6 Maret 2006.

Singel ke-19, “Nanairo no Ashita ~brand new beat~ / Your Color” dirilis 5 April 2006, dan sampai di peringkat pertama Oricon.

Permainan video Ninety-Nine Nights versi Jepang untuk Xbox 360 memakai “Your Color” sebagai lagu penutup. Selanjutnya dalam konser ap bank fes’06, 15 Juli 2006, BoA tampil bersama Kazutoshi Sakurai membawakan lagu “cosmic eyes”.

Singel ke-20, “Key of Heart / Dotch” dirilis 9 Agustus 2006.

BoA juga mengeluarkan versi bahasa Inggris “Key of Heart” yang hanya tersedia dalam singel edisi pertama. Versi bahasa Korea Key of Heart dirilis 21 September 2006, dan dipakai untuk lagu iklan Olympus Korea yang dibintangi BoA. Lagu “Key of Heart” juga dipakai sebagai lagu penutup film Over the Hedge versi Jepang. BoA juga berperan sebagai pengisi suara untuk karakter Heather, dan hadir sebagai bintang tamu dalam pemutaran perdana Over the Hedge di Jepang.Peringatan 5 tahun BoA berkarier di Jepang diperingati dengan konser keliling Jepang, “BoA The Live” yang dimulai 29 September 2006. Sejumlah 12 kali pertunjukan dilangsungkan di 6 kota. Singel “Winter Love” dirilis 1 November 2006, dan hari itu juga sudah berada di posisi kedua Oricon. Pada minggu berikutnya, “Winter Love” naik menjadi singel nomor satu. Ulang tahun ke-20 BoA diperingati sekitar 2.700 penonton yang datang ke konser “BoA The Live 20th Birthday”, 5 November 2006.

Konser Natal pertama dari BoA berlangsung 7 Desember 2006 di Zepp Tokyo. Di antara lagu-lagu yang dibawakan adalah “Winter Love”, “Last Christmas” and “Merry-Chri”.

Dalam acara Kōhaku Uta Gassen 31 Desember 2006, BoA menyanyikan lagu “Nanairo no Ashita ~Brand New Beat~”, dan menjadi penampilannya yang kelima kali sejak tahun 2002.

Album Made in Twenty (20) hingga debut di Amerika Serikat

Album Made in Twenty (20) adalah album ke-5 di Jepang yang dirilis 17 Januari 2007. Seperti album-album BoA sebelumnya, Made in Twenty (20) juga sukses di urutan pertama tangga album Oricon.

Konser keliling “2007 Made In Twenty (20)” terdiri dari 7 kali pertunjukan di 4 kota besar di Jepang,

dimulai 31 Maret 2007 di Yokohama Arena, dan diteruskan di Marine Messe Fukuoka, Osaka-jo Hall, dan Nagoya Rainbow Hall.

Singel ke-22 di Jepang, “Sweet Impact” dirilis 25 April 2007, dan langsung berada di urutan ke-5 Oricon pada hari yang sama. Singel berikutnya, “Love Letter” dirilis 19 September 2007, dan sampai di urutan ke-3 tangga Oricon. Singel “Love Letter” tersedia dalam dua edisi, edisi CD (tipe jaket B) dan edisi CD plus DVD (tipe jaket A) yang berisi klip video “Love Letter”.

Singel ke-23 di Jepang, “Love Letter” dirilis 26 September 2007. Ketika singel keluar, singel ini masuk ke peringkat 3 dalam tangga lagu harian Oricon.

Pada akhir tahun, BoA juga menandatangani kontrak dengan Samsung (via Anycall) untuk konsep “AnyBand” dan merilis singel pertama mereka, AnyBand. Singel tersebut menampilkan dua lagu, yaitu “Talk Play Love” dan “Promise You“. Di dalam AnyBand juga terdapat Xiah Junsu (dari grup musik DBSK), Tablo (dari Epik High), dan pianis Jazz Jin Bora.

BoA menjadi bintang tamu untuk album Round About dari SEAMO. Lagu “Hey Boy, Hey Girl” dibawakannya berduet dengan SEAMO. Sehari seusai konser BoA the Live “X-Mas” Special, BoA merilis singel ke-24 “Lose Your Mind” (12 Desember 2007)

yang menampilkan Yutaka Furukawa dari grup rock Doping Panda.

Konser “Made In BoA 2007″ dilangsungkan 24 Februari 2007 di Pusat Konvensi Internasional Cheju dalam acara “Korean Expo in Asia”. Di atas panggung, BoA menyanyikan “Winter Love” dalam bahasa Jepang, dan 7 lagu dalam bahasa Korea, “Girls On Top”, “My Name”, “Merry-Chri”, “People Say”, “No.1″, “Valenti”, dan “Everlasting”.

Acara NHK Kōhaku Uta Gassen tahun 2007 merupakan penampilan BoA yang keenam kali dan tanpa terputus sejak tahun 2002. Pada malam 31 Desember 2007, BoA menyanyikan “Winter Ballad Special” yang terdiri dari “Love Letter” dan “Merry-Chri”.

BoA merilis singel ke-25, “Vivid” pada 4 Juni 2008. Singel ini masuk kedalam urutan tiga dalam tangga peringkat singel harian Oricon. Lagu kedua dari singel ini, “Sparkling”, telah diremix.

Weezer, grup musik rock terkenal Amerika, merilis album The Red Album versi Jepang, dan menjadikan lagu Meri Kuri BoA sebagai lagu bonus. “Meri Kuri” direkomendasikan kepada Weezer oleh Kyoko Ito, istri vokalis grup musik Weezer Rivers Cuomo. Cuomo berkomentar bahwa ia biasanya tidak menyukai lagu yang direkomendasikan orang lain kepadanya, tetapi ia segera suka dengan Meri Kuri.

BoA dan 9 artis lainnya dari seluruh dunia dijadwalkan membuat kembali lagu Wei Wei “Dedication of Love” dalam bahasa Inggris. Lagu ini diproduksi oleh Roald Hoffmann dan Brian Alan, yang direncanakan menggalang dana dengan singel ini untuk membantu korban Gempa bumi Sichuan 2008. Artis yang ikut serta selain BoA adalah Ruth Sahanaya dari Indonesia, Wei Wei dari Republik Rakyat Cina, Phoebe dari Yunani, Rusiana Gaitana dari Ukraina, Sonu dari India dan tiga lainnya dari Perancis, Brasil dan Oman.

Pada 2 September 2008, SM Entertainment mengumumkan bahwa BoA akan muncul pertama kali di Amerika Serikat dibawah label baru, SM Entertainment USA.

Konferensi pers diadakan pada tanggal 10 September 2008 di Seoul Imperial Palace Hotel untuk mengklarifikasi debut BoA di Amerika Serikat. Singel debut BoA di AS “Eat You Up” dirilis online pada tanggal 21 Oktober 2008; singel ini mencapai posisi puncak pada tangga lagu online di Amerika Serikat. Singel ini akan dirilis di toko-toko pada tanggal 11 November 2008, tetapi SM merilis CD promosi yang terdapat remix dance “Eat You Up”. “Eat You Up” mencapai posisi puncak pada tangga lagu Hot Dance Club Play. Remix “Eat You Up” yang menampilkan rapper Flo Rida dirilis pada akhir November dan muncul di internet pada bulan Desember. BoA menampilkan “Eat You Up” dan juga lagu lainnya di konser di Tokyo, dan menampilkannya di New York City pada 3 Desember 2008. Ia juga menampilkan lagu “Look Who’s Talking”.

BoA merilis singel “Eien/Universe/Believe in Love” pada 18 Februari 2009. Pada hari yang sama, singel Ravex yang berjudul “Believe in Love” dirilis, menampilkan vokal dari BoA. Album kompilasi keduanya Best & USA dirilis pada 18 Maret. BoA juga tampil pada San Francisco Pride Festival pada 28 Juni 2009 bersama Solange Knowles dan The Cliks.Pada 31 Agustus, SM USA merilis album BoA Deluxe. Album ini terdiri dari dua lagu baru dan gubahan dari lagu “Energetic”. Setelah dirilisnya BoA Deluxe, BoA kembali ke pasar Jepang dan merilis singel baru yang berjudul “Bump Bump!” (Oktober 2009).

    • April 2003: BoA tampil dalam Festival Musik Korea di Los Angeles untuk memperingati 100 tahun imigran Korea di Amerika Serikat.
  • Ia juga telah merilis singel “Mamoritai: White Wishes”. BoA merilis album Jepangnya yang ketujuh, Identity, pada 10 Februari 2010.

    Pada 1 Maret 2010, SM Entertainment mengumumkan bahwa BoA akan tampil kembali di Korea Selatan untuk merayakan ulang tahun debut BoA yang ke-10 pada 25 Agustus 2010, dan akan merilis album studio Korea.

    Karier akting

    BoA muncul pertama kali dalam industri film sebagai pengisi suara untuk Heather si posum dalam Over the Hedge versi Jepang/Korea, yang dirilis pada tanggal 31 Mei 2006 di Korea.

    Pada tahun 2005, BoA ditawarkan menjadi pemeran utama drama Goong. Peran ini nantinya diberikan kepada bekas anggota Baby V.O.X, Yoon Eun Hye karena jadwal BoA yang sibuk.

    Prestasi internasional

  • Mei 2003: BoA tampil dalam acara televisi PBS Korea:Hub of Asia.
  • 7 Juni 2003: BoA diundang ke jamuan makan malam bersama Presiden Roh Moo-hyun dan PM Jepang Junichirō Koizumi.
  • 14 Februari 2004: BoA, 18 tahun, menerima penghargaan “Artis Asia Paling Berpengaruh” sekaligus “Artis Korea Terpopuler” dari MTV Asia Awards di Singapura.
  • Mei 2007: BoA membawakan lagu “MOTO”, “Girls on top”, “No.1″, dan “Valenti” dalam Festival Musik Korea ke-5 di Hollywood Bowl.

Referensi: id.wikipedia.org

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Agustus 2010 in Aktris

 

Daftar Aktris Jepang

Berikut ini adalah daftar aktris Jepang diurutkan sesuai nama keluarga:

A

  • Adachi Yumi
  • Aizome Kyoko
  • Akimoto Tsubasa
  • Akino Yoko
  • Akisada Rio
  • Akiyoshi Kumiko
  • Aizawa Rina
  • Amami Yuki
  • Amate Chisato
  • Aoki Mayuko
  • Aoki Tsuru
  • Arimori Narimi
  • Arisawa Hiroko
  • Asaka Mayumi
  • Asakura Ayumi
  • Asakura Kanae
  • Asami Rei
  • Asami Yuka
  • Asano Aiko
  • Asano Atsuko
  • Asaoka Ruriko
  • Aso Kumiko
  • Aso Yumi
  • Ayase Haruka
  • Azama Myuu

B

  • Baisho Mitsuko

C

  • Chara
  • Chiba Reiko

D

  • Daichi Mao
  • Deguchi Runa

E

  • Endo Yumi
  • Endo Yumie
  • Esumi Makiko

F

  • Fueki Yuko
  • Fujima Miho
  • Fujimura Shiho
  • Fujita Yumiko
  • Fujitani Ayako
  • Fujitani Miki
  • Fujitani Miwako
  • Fujiwara Norika
  • Fukada Kyoko
  • Fukatsu Eri
  • Fukuma Mutsumi

G

  • Go Chigusa
  • Gojo Mai
  • Gotō Maki

H

  • Hada Michiko
  • Hama Chisaki
  • Hara Sachie
  • Hara Setsuko
  • Harada Kana
  • Harada Tomoyo
  • Hasegawa Kyoko
  • Hayasaka Yoshie
  • Hashimoto Reika
  • Hazuki Riona
  • Henmi Emiri
  • Henmi Mari
  • Hibino Rei
  • Hidaka Mayumi
  • Higashide Noriko
  • Hiroe Mina
  • Hirosue Ryoko
  • Hishimi Yuriko
  • Hitoto Tae
  • Horikita Maki
  • Horiuchi Masami
  • Hoshino Mari
  • Hoshino Shiho
  • Hoshino Tomoko
  • Hosokawa Naomi

I

  • Ichikawa Yui
  • Iida Riho
  • Ikegami Kimiko
  • Ikehata Emiko
  • Ikewaki Chizuru
  • Inou Shizuka
  • Inoue Harumi
  • Inoue Mao
  • Ishi Tomiko
  • Ishida Ayumi
  • Ishida Hikari
  • Ishida Yuriko
  • Ishihara Satomi
  • Ishino Mako
  • Ito Ayumi
  • Ito Kyoko
  • Ito Maiko
  • Ito Misaki
  • Ito Rema
  • Yoshimi Iwasaki
  • Iwashita Shima
  • Iwashita Yoshimi
  • Izumi Saya

J

  • Junna Risa

K

  • Kai Kyoko
  • Kaji Meiko
  • Kaku Chikako
  • Kanako Enomoto
  • Kanazawa Bunko
  • Kanda Kazumi
  • Kanbe Miyuki
  • Kaoru Yumi
  • Kasuga Hiromi
  • Katahira Nagisa
  • Katsumata Sachiko
  • Kato Ai
  • Kato Natsuki
  • Kawada Atsuko
  • Kawagishi Kanae
  • Kawashima Azumi
  • Kawashima Remi
  • Kawai Ami
  • Ken Naoko
  • Kikukawa Rei
  • Kimura Tae
  • Kimura Yoshino
  • Kisaki Miri
  • Kishi Keiko
  • Kishimoto Kayoko
  • Kitagawa Awoi
  • Kitagawa Keiko
  • Kiuchi Miho
  • Kobashi Megumi
  • Kobayashi Satomi
  • Koizumi Kyoko
  • Konishi Hiroko
  • Kobayashi Mao
  • Konishi Manami
  • Konishi Miho
  • Komatsu Ayaka
  • Konno Mahiru
  • Konno Misako
  • Koyuki
  • Kudo Risa
  • Kudoh Yuki
  • Kuninaka Ryoko
  • Kuno Makiko
  • Kuriyama Chiaki
  • Kurihara Komaki
  • Kuroda Fukumi
  • Kuroki Hitomi
  • Kuroki Meisa
  • Kurotani Tomoka
  • Kusaba Kaori
  • Kuze Seika

M

  • Mabuchi Erika
  • Machida Shion
  • Maeda Aki
  • Maeda Ayaka
  • Makino Mika
  • Maru Kumiko
  • Matsu Takako
  • Matsushima Nanako
  • Matsushita Yuki
  • Matsuyama Yoko
  • Matsuzaka Keiko
  • Meguro Maki
  • Mibayashi Kyoko
  • Mifune Mika
  • Mihara Junko
  • Mimura
  • Minami Misei
  • Mine Sawori
  • Misaka Chieko
  • Mita Hiroko
  • Miura Aika
  • Miyamoto Nobuko
  • Miyashita Junko
  • Miyazaki Aoi
  • Miyazaki Mashio
  • Miyazawa Rie
  • Mizuno Maki
  • Mizuno Miki
  • Moeko Matsushita
  • Momoi Kaori
  • Monou Akiko
  • Mori Keaki
  • Mori Sanami
  • Moriguchi Yoko
  • Moriyama Yuko
  • Muroi Shigeru
  • Muto Miyuki
  • Mayuko takata

N

  • Nagasawa Hitomi
  • Nagasawa Masami
  • Nagata Anna
  • Nakagawa Anna
  • Nakahara Syoko
  • Nakama Yukie
  • Nakamichi Yuki
  • Nakamura Saemi
  • Nakamura Tamao
  • Nakano Kumiko
  • Nakano Ryoko
  • Nakatani Miki
  • Nakayama Miho
  • Nakayama Shinobu
  • Namino Kuriko
  • Natsuki Mari
  • Natsuki Yoko
  • Natsume Masako
  • Nayuki Kayo
  • Negishi Toshie
  • Nihei Yuko
  • Ninagawa Yuki
  • Nishida Naomi
  • Nishikawa Mineko
  • Nishina Akiko
  • Nishio Mari
  • Nishio Mieko
  • Nogiwa Yoko
  • Noguchi Yuki
  • Nomura Yuka
  • Nonami Maho

O

  • Oba Kumiko
  • Ogata Miho
  • Ogawa Noriko
  • Oguri Kaori
  • Ohara Reiko
  • Oka Ayumi
  • Oka Satomi
  • Okada Shizuka
  • Okae Kumiko
  • Okamoto Yukiko
  • Okasaki Hitomi
  • Okayasu Yumiko
  • Okazaki Hitomi
  • Okazaki Yuki
  • Onoe Yukari
  • Osawa Itsumi
  • Oshidari Akiko
  • Ota Chiaki
  • Otori Ran
  • Otsuka Chihiro
  • Oyamada Sayuri

R

  • Rinko Kikuchi
  • Ryo

S

  • Saaya Irie
  • Saeki Hinako
  • Saitō Yuki
  • Sanada Setsuko
  • Sano Nanami
  • Satomi Oka
  • Satsuki Nobuko
  • Sawaguchi Yasuko
  • Sawai Miyuu
  • Sawajiri Erika
  • Senju Hikaru
  • Seto Asaka
  • Seto Asuka
  • Kou Shibasaki
  • Shibata Risa
  • Shibata Tokie
  • Shibuya Kotono
  • Shibuya Momoko
  • Shida Mirai
  • Shiina Eihi
  • Shimizu Asuka
  • Shimizu Mami
  • Shimizu Misa
  • Shinohara Ryoko
  • Shinohara Tomoe
  • Sugimoto Miki
  • Suzukaze Mayo
  • Suzuki Kyoka
  • Suzuka Ohga

T

  • Tabata Tomoko
  • Tabe Mikako
  • Tachibana Yukari
  • Tajima Honami
  • Tajima Reiko
  • Takagi Miho
  • Takagi Saya
  • Takahashi Hitomi
  • Takahashi Kaori
  • Takahashi Keiko
  • Takahata Atsuko
  • Takako Uehara
  • Takamatsu Iku
  • Takane Fubuki
  • Takashima Reiko
  • Takashio Tomoe
  • Takeshita Keiko
  • Takeuchi Yuko
  • Tamashiro Chiharu
  • Tanaka Chie
  • Tanaka Chiyo
  • Tanaka Eri
  • Tanaka Kinuyo
  • Tanaka Misako
  • Tanaka Misato
  • Tanaka Noriko
  • Tanaka Yoshiko
  • Takata Mayuko
  • Tani Naomi
  • Tatsumi Noriko
  • Toda Keiko
  • Tokugawa Miki
  • Tomosaka Rie
  • Tonegawa Akemi
  • Tsugumi
  • Tsuji Yoko
  • Tsunoda Tomomi
  • Tsuruta Mayu

U

  • Uchiyama Rina
  • Ueno Misa
  • Uehara Ryo
  • Ueto Aya

W

  • Wakamura Mayumi
  • Watanabe Azusa
  • Watanabe Eriko
  • Watanabe Noriko

Y

  • Yajima Yuki
  • Yakushimaru Hiroko
  • Yamada Yu
  • Yamaguchi Momoe
  • Yamaguchi Tomoko
  • Yamamoto Azusa
  • Yamamoto Mayumi
  • Yamamoto Mirai
  • Yamamoto Natsumi
  • Yamamoto Natsuko
  • Yamaneki Natsuka
  • Yamanouchi Shigemi
  • Yamazaki Riho
  • Yasuda Narumi
  • Yo Kimiko
  • Yoko Takagi
  • Yoko Maki
  • Yonekura Ryoko
  • Yoshinaga Sayuri

Z

  • Zaizen Naomi

referensi:

id.wikipedia.org

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Agustus 2010 in Aktris

 

Daftar Aktor Jepang

Berikut ini adalah daftar aktor asal Jepang diurutkan sesuai nama keluarga:

A

  • Abe Hiroshi
  • Aiba Hiroki
  • Aijima Kazuyuki
  • Aikawa Sho
  • Aizawa Kazunari
  • Akagi Keiichiro
  • Akatsuka Maoto
  • Amano Kosei
  • Anan Kenji
  • Andō Masanobu
  • Aoyama Kazuya
  • Aoyama Sota
  • Arai Hirofumi
  • Araki Hirofumi
  • Arata
  • Asano Tadanobu
  • Kai Atō
  • Atsumi Kiyoshi
  • Azuma Kouhei

B

  • Ban Daisuke
  • Bannai Matsuo
  • Bessyo Tetsuya

C

  • Chiba Shinichi (Sonny Chiba)
  • Chii Takeo
  • Chishu Ryu

D

  • Dokumamushi Sandayu
  • Doi Asami
  • Dōmoto Tsuyoshi
  • Dōmoto Koichi

E

  • Eita
  • Eguchi Yosuke
  • Enari Kazuki
  • Endo Kenichi
  • Endo Masashi
  • Endo Yoshito
  • Enoki Takaaki
  • Enomoto Kenichi
  • Ezure Kenji

F

  • Fuji Toshiya
  • Fujimoto Takahiro
  • Fujioka Hiroshi
  • Fujita Makoto
  • Fujita Sokyu
  • Fujiwara Tatsuya
  • Fukae Takuji
  • Fukami Motoki
  • Fukikoshi Mitsuru
  • Fukumoto Seizo
  • Fukuyama Masaharu
  • Funakoshi Eiichiro
  • Furumura Hayato
  • Furuoya Masato
  • Fuse Akira

G

  • Gidayu Great
  • Gasyuin Tatsuya
  • Gotsuji Shingo

H

  • Hagino Takashi
  • Hagiwara Masato
  • Hagiwara Nagare
  • Hakamada Yoshihiko
  • Hamada Manabu
  • Handa Kento
  • Harada Daijiro
  • Harada Ryuji
  • Harada Yoshio
  • Hasesan Osamu
  • Hashizume Jun
  • Hattori Keigo
  • Hayami Mokomichi
  • Higashi Kenichiro
  • Higashi Sonomanma
  • Hino Shohei
  • Hirano Takahiro
  • Hirano Teruhisa
  • Hiranuma Norihisa
  • Hirata Hiroaki
  • Hirata Junichi
  • Hojo Takahiro
  • Honda Hirotaro
  • Hongo Kanata
  • Horie Kei
  • Horiuchi Masami
  • Hosaka Naoki
  • Hosokawa Shigeki
  • Hosoyamada Takahito

I

  • Ichikawa Raizo
  • Ichinose Hidekazu
  • Ida Kunihiko
  • Ide Rakkyo
  • Ihara Tsuyoshi
  • Ikariya Chosuke
  • Ikeda Tsutomu
  • Inaba Yoshio
  • Ino Manabu
  • Iseya Yusuke
  • Ishi Tomoya
  • Ishibashi Ryo
  • Ishibashi Tamotsu
  • Ishida Junichi
  • Ishidate Tetsuo
  • Ishihara Yujiro
  • Ishikura Saburo
  • Ishizaka Koji
  • Itamae Rusher
  • Itoh Atsushi
  • Izaki Yusuke
  • Izumi Masayuki
  • Izumi Syuhei
  • Izumiya Shigeru

K

  • Kadono Takuzo
  • Kaga Takeshi
  • Kagawa Teruyuki
  • Kagemaru Shigeki
  • Kaito Ken
  • Kaji Masaki
  • Kakei Toshio
  • Kaki Tatsumaru
  • Kamakari Kenta
  • Kamijo Makoto
  • Kamikawa Tatsuya
  • Kaname Jun
  • Kanda Masaki
  • Kane Kosugi
  • Kaneko Ken
  • Kaneko Kyohei
  • Kaneko Noboru
  • Kaneko Takatoshi
  • Kaneko Yoshinobu
  • Kaneshiro Takeshi
  • Karahashi Mitsuru
  • Karasawa Toshiaki
  • Kase Ryo
  • Kashima Noritoshi
  • Kashu Toshiki
  • Kato Haruhiko
  • Kato Kazuki
  • Kato Masaya
  • Katori Shingo
  • Katsuji Ryo
  • Kawai Gamon
  • Kawai Makoto
  • Kawaoka Daijiro
  • Kazama Mitsugu
  • Kazama Morio
  • Kazama Toru
  • Kazunari Ninomiya
  • Keaton Yamada
  • Kido Yuji
  • Kimura Isao
  • Kimura Kazuya
  • Kimura Takuya
  • Kishi Yuji
  • Kishida Shin
  • Kishitani Goro
  • Kitamura Yu
  • Kitamura Yukiya
  • Kitano (Beat) Takeshi
  • Kobayashi Akira
  • Kobayashi Masahiro
  • Kobayashi Nenji
  • Komatsu Takuya
  • Kondo Yasunari
  • Kora Takashi
  • Kotani Yoshikazu
  • Kubozuka Shunsuke
  • Yosuke Kubozuka
  • Kunimura Jun
  • Kurata Yasuaki
  • Kyomoto Masaki

M

  • Maeda Koyo
  • Maehara Kazuki
  • Makoto Naoya
  • Maruse Taro
  • Masanobu Ando
  • Masahiko Kondo
  • Matano Seiji
  • Matoba Koji
  • Matsuda Kenji
  • Matsuda Masaru
  • Matsuda Ryuhei
  • Matsuda Satoshi
  • Matsuda Shota
  • Matsuda Youji
  • Matsudaira Ken
  • Yusaku Matsuda
  • Matsudaira Ken
  • Matsukata Hiroki
  • Matsukawa Naruki
  • Matsumoto Jun
  • Matsunaga Hiroshi
  • Matsuo Toshinobu
  • Kenichi Matsuyama
  • Matsuyama Takashi
  • Maya Takeshi
  • Mifune Toshiro
  • Mihashi Tatsuya
  • Mikami Hiroshi
  • Miki Ryosuke
  • Minami Toyokazu
  • Mine Rantaro
  • Minegishi Toru
  • Minori Terada
  • Mitamura Kunihiko
  • Miura Akifumi
  • Miura Haruma
  • Miura Koichi
  • Miura Tomokazu
  • Miyaguchi Seiji
  • Miyakawa Ichirota
  • Miyauchi Ryo
  • Mizuhashi Kenji
  • Mizukoshi Tomonori
  • Mizushima Hiro
  • Mori Shoji
  • Morikawa Jiro
  • Morimoto Reo
  • Morimoto Ryoji
  • Morioka Ryu
  • Morioka Sousuke
  • Morishige Hisaya
  • Moriyama Mirai
  • Motoki Masahiro
  • Mukai Seiichi
  • Mukaide Juntaku
  • Murai Kunio
  • Murakami Hiroaki
  • Murakami Kohei
  • Murakami Masaaki
  • Muramatsu Yuki
  • Murase Junpei
  • Murata Kazumi

N

  • Nadaka Tatsuo
  • Nagai Anzu
  • Nagai Masaru
  • Nagasawa Toshiya
  • Nagase Masatoshi
  • Nagayama Takashi
  • Naha Takashi
  • Naito Takashi
  • Nakadai Tatsuya
  • Nakagami Masami
  • Nakai Kiichi
  • Nakai Masahiro
  • Nakajima Yosuke
  • Nakajyo Kiyoshi
  • Nakamura Kichiemon
  • Nakamura Masatoshi
  • Nakamura Shigeyuki
  • Nakamura Shunta
  • Nakamura Yuichi
  • Nakao Akira
  • Nakata Koji
  • Nakatani Akihiro
  • Narimiya Hiroki
  • Nashimoto Kenjiro
  • Nemoto Hironari
  • Nezu Jinpachi
  • Nishi Koichiro
  • Nishida Takashi
  • Nishida Toshiyuki
  • Nishijima Hidetoshi
  • Nishikido Ryo
  • Nishimura Kazuhiko
  • Nishimura Masahiko
  • Nishioka Ryuichiro
  • Noguchi Yuki
  • Noji Masatoshi

O

  • Oba Kenji
  • Oda Yuji
  • Odagiri Joe
  • Ogata Kanta
  • Ogata Ken
  • Ogata Naoto
  • Ogi Shigemitsu
  • Oguri Shun
  • Ohashi Goro
  • Ohgo Suzuka
  • Oizumi You
  • Okada Koki
  • Okada Masumi
  • Oki Masaya
  • Okuchi Kengo
  • Omori Takahito
  • Ono Akira
  • Osawa Takao
  • Oshinari Shugo
  • Osugi Ren
  • Otsubo Takashi
  • Ozawa Yukiyoshi

R

  • Rasaru Ishii
  • Rikiya
  • Ryohei Odai

S

  • Saeba Tom
  • Saguchi Kenji
  • Saito Sosuke
  • Saito Takumi
  • Sakai Kazuyoshi
  • Sakai Masato
  • Sakakibara Toshihiko
  • Sakamoto Ryosuke
  • Sako Hideo
  • Sanada Hiroyuki
  • Sano Keisuke
  • Sano Shiro
  • Sasaki Takeshi
  • Sasaki Tsuyoshi
  • Sato Bsaku
  • Sato Koichi
  • Sato Kozo
  • Sato Teru
  • Sato Yuki
  • Satoi Kenta
  • Satomi Kotaro
  • Sawaki Tetsu
  • Sawada Kenya
  • Sawamura Ikki
  • Segawa Ryo
  • Shibata Kyohei
  • Shibue Jyoji
  • Shimizu Kazuya
  • Shimizu Kojiro
  • Shimode Joichi
  • Shimomoto Shiro
  • Shimura Togo
  • Shin Koyamada
  • Shina Kippei
  • Shiotani Shun
  • Shirota Yuu
  • Shishido Jo
  • Shishido Kai
  • Shoei
  • Sone Hideki
  • Sorimachi Takashi
  • Sueyoshi Koji
  • Suga Takamasa
  • Sugawara Bunta
  • Sugi Ryotaro
  • Sugita Akihiro
  • Sugiura Taiyō
  • Sunaga Kei
  • Suzuki Atsushi
  • Suzuki Hiroki
  • Suzuki Hiyu
  • Suzuki Shuwa
  • Suzuki Takuya

T

  • Tachi Hiroshi
  • Taguchi Tomorowo
  • Tak Sakaguchi
  • Takada Kotaro
  • Takahashi Hideki
  • Takahashi Katsumi
  • Takaishi Taku
  • Takaki Junya
  • Takakura Ken
  • Takano Hassei
  • Takano Hiroyuki
  • Takao Koichi
  • Takaoka Sosuke
  • Takashima Masahiro
  • Takashima Masanobu
  • Takasugi Mizuho
  • Takemoto Takayuki
  • Takenaka Naoto
  • Takenouchi Riki
  • Takenouchi Yutaka
  • Takeshi Kaneshiro
  • Takezai Terunosuke
  • Takezawa Kazuma
  • Tamba Tetsuro
  • Tamba Yoshitaka
  • Tamayama Tetsuji
  • Tamiya Jiro
  • Tamura Masakazu
  • Tanabe Seiichi
  • Tanaka Hirotaro
  • Tanaka Ken
  • Tanaka Kotaro
  • Tanaka Kunie
  • Tanaka Minoru
  • Tani Hayato
  • Tanihara Shozuke
  • Tanaka Tatsumi
  • Takase Junichi Charles
  • Terajima Susumu
  • Terao Akira
  • Taro Yamamoto
  • Terawaki Yasufumi
  • Toba Jun
  • Tokashiki Katsuo
  • Tokito Saburo
  • Tokuyama Hidenori
  • Toyokawa Etsushi
  • Tsuda Kanji
  • Tsubaki Takayuki
  • Tsuda Kenjiro
  • Tsugawa Masahiko
  • Tsujiuchi Masato
  • Tsukamoto Shinya
  • Tsukayama Masane
  • Tsukikawa Yutaro
  • Tsumabuki Satoshi
  • Tsurumi Shingo
  • Tsuruno Takeshi
  • Tsutsui Michitaka
  • Tsutsumi Daijiro
  • Tsutsumi Shinichi

U

  • Uchino Masaaki
  • Uchiyama Masato
  • Ukaji Tsuyoshi
  • Umemiya Tetsu
  • Umesawa Tomio
  • Urai Kenji
  • Uzaki Kei
  • Uchida Yuki

W

  • Wajima Hisashi
  • Wakamatsu Toshihide
  • Watabe Atsuro
  • Watabe Ryosuke
  • Watanabe Fumio
  • Watanabe Hiroyuki
  • Watanabe Ken
  • Watanabe Kosuke
  • Watanabe Tohru
  • Watari Hiroshi
  • Watari Tetsuya
  • Watase Kakihiko

Y

  • Yajima Kenichi
  • Yakusho Koji
  • Yamada Jundai
  • Yamada Takayuki
  • Kōichi Yamadera
  • Yamaguchi Makiya
  • Yamaji Kazuhiro
  • Yamamoto Kohei
  • Yamamoto Kouji
  • Yamamoto Taro
  • Yamamura Sou
  • Yamasaki Jun
  • Yamashita Tetsuo
  • Yamashita Tomohisa
  • Yamazaki Tsutomu
  • Yanagi Kotaro
  • Yanagiba Toshiro
  • Yano Koji
  • Yashima Norito
  • Yasumura Kazuyuki
  • Yokota Hiroaki
  • Yorozuya Kinnosuke
  • Yoshino Keigo
  • Yoshioka Hidetaka
  • Yoshioka Takeshi
  • Yosuke Eguchi
  • Yuge Tomohisa
  • Yujin
  • Yujiro
  • Yuya Yagira

referensi:

id.wikipedia.org

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Agustus 2010 in Aktor

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.